Suara.com - Aktivis HAM Alghiffari Aqsa menyebut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga hartarto menyebar kabar bohong alias hoaks tentang ada pihak yang mensponsori aksi rakyat menolah Undang-Undang Cipta Kerja.
Menurutnya, UU Cipta Kerja merugikan masyarakat dari berbagai kalangan, baik buruh, petani, mahasiswa, dan lainnya.
Karena itulah, aksi-aksi rakyat menentang UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI hari Senin (5/10) awal pekan ini adalah aksi genuine atau murni.
Karenanya, mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta itu justru balik menegaskan, Airlangga harus membuktikan klaim itu kalau tak mau disebut hoaks.
"Menteri Airlangga menyebarkan hoaks agar masyarakat tidak aksi. Aksi sangat genuine dan atas inisiatif berbagai elemen masyarakat. Jika disponsori tidak mungkin sebesar sekarang," kata kata Alghiffari Aqsa kepada Suara.com, Kamis (8/10/2020).
Alghiffari mengakui, massa aksi penolak UU Cipta Kerja mendapatkan barang-barang bantuan terutama masker dan hand sanitizer.
Alat-alat kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 disumbang oleh masyarakat sendiri.
"Karena simpati dan solidaritas, bukan mensponsori aksi," tegas Alghiffari.
Menurut Alghiffari, klaim sang menteri sama saja artinya Airlangga menghina sejumlah tokoh yang menyatakan menentang UU Cipta Kerja.
Baca Juga: Bentrok di Patung Kuda, Massa Aksi Berlarian ke Arah Balai Kota DKI Jakarta
Apalagi, kata dia, demonstrasi pada masa pandemi corona ini disebabkan oleh banyaknya persoalan dalam proses pembuatan UU Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR.
"Airlangga menghina ratusan akademisi, pemuka agama, dan jutaan penandatangan petisi yang menolak omnibus law. Menghina warga yang aksi seakan mereka tidak independen," tegas Alghiffari.
Sebaliknya, Alghiffari meminta seharusnya Airlangga membuka siapa yang mensponsori RUU Cipta Kerja menjadi UU, yang dibahas secara kebut dan diam-diam.
"Baiknya Airlangga buka siapa saja yang mensponsori UU Cipta Kerja sehingga dikebut dan mengubah Indonesia menjadi negara neoliberal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD," kata dia Alghiffari.
Sebelumnya, Airlangga menyebut, banyaknya gerakan aksi demo yang menentang disahkannya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja karena disponsori seseorang.
Tudingan tersebut dikatakan Airlangga karena pemerintah sangat jengkel dengan aksi demo di tengah pandemi virus corona tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Bentrok di Patung Kuda, Massa Aksi Berlarian ke Arah Balai Kota DKI Jakarta
-
Sebuah Bangunan Terbakar dekat Lokasi Demo Tolak UU Ciptaker di DPRD DIY
-
Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban
-
Ketua DPRD Tuban Temui Pendemo dan Tandatangani Petisi Tolak UU Cipta Kerja
-
Pendemo UU Ciptaker & Ketua DPRD Tangsel Bersitegang di Atas Mobil Komando
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!
-
Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji
-
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Janji akan Kooperatif
-
Sebut KPK Agak Lambat, Luluk Nur PKB Tetap Apresiasi Penetapan Tersangka Eks Menag Yaqut
-
Kerugian Korupsi Haji Masih Misteri, BPK Sibuk Berhitung Usai Gus Yaqut dan Gus Alex Tersangka
-
Pasar Kerja Timpang, Belasan Juta Pekerja Dipaksa Terima Upah Murah