News / Internasional
Sabtu, 10 Oktober 2020 | 19:58 WIB
Perundingan Azerbaijan dan Armenia yang difasilitasi Rusia. [Anadolu Agency]

Suara.com - Azerbaijan dan Armenia sepakat untuk gencatan senjata yang akan dimulai Sabtu (10/10/2020) setelah melakukan pembicaraan.

Menyadur Anadolu Agency, gencatan senjata akan dilakukan untuk memungkinkan pertukaran tahanan dan pencarian mayat di Nagorno-Karabakh.

Palang Merah akan bertindak sebagai perantara dalam operasi kemanusiaan sebagai bagian dari gencatan senjata dan pembicaraan akan dimulai antara kedua negara, menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada konferensi pers setelah pembicaraan 10 jam di Moskow.

Pertemuan trilateral pada Jumat (9/10) antara Rusia, Azerbaijan dan Armenia berlangsung di Moskow yang dihadiri oleh menteri ketiga negara yakni Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov dan Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan.

Kantor Berita RIA, mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia, menulis bahwa Azerbaijan dan Armenia telah menerima tawaran pembicaraan bersama setelah Pemerintah Rusia mengundang keduanya datang ke Moskow.

"Pemerintah Azerbaijan dan Armenia telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam pembicaraan di Moskow. Persiapan secara aktif tengah dilakukan," kata Juru Bicara Kementerian, Maria Zakharova.

Pertemuan kedua menteri luar negeri bekas pecahan negara soviet tersebut merupakan yang pertama kali sejak pecahnya konflik baru-baru ini.

Pertempuran dimulai 27 September, ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer di wilayah tersebut, yang menyebabkan korban jiwa.

Konflik kembali pecah antara pasukan Azerbaijan dan etnis Armenia menjelang mediasi dan perundingan yang difasilitasi oleh Rusia. Dikutip dari ANTARA News, pertempuran pecah di Nagorno-Karabakh pada Jumat (9/10/2020).

Baca Juga: Hindari Serangan Armenia, Warga Azerbaijan Sudah 10 Hari Sembunyi di Bunker

Kementerian Pertahanan Azerbaijan menyebut bahwa terjadi bentrokan sengit dengan pasukan etnis Armenia sepanjang malam kemarin. Namun belum ada detail mengenai pertempuran terbaru itu.

Hingga saat ini, lebih dari 400 orang tewas dalam pertempuran di dalam dan di sekitar Nagorno-Karabakh, area kantong pegunungan yang secara hukum internasional dimiliki oleh Azerbaijan, namun ditinggali dan diperintah oleh etnis Armenia.

Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Berbagai resolusi PBB, serta organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan penyerang namun tidak menemuka hasil.

OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS - dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata disetujui pada tahun 1994.

Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis dan Amerika Serikat, telah mendesak gencatan senjata segera setelah konflik pecah.

Turki, sementara itu, telah mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.

Load More