Suara.com - Seorang dokter menceritakan perjuangan seorang ibu dari salah satu pasiennya. Ibu itu harus kehilangan suami di saat anaknya tengah membutuhkan pertolongan di rumah sakit.
Dokter anak bernama Citra Cesilia itu mengungkapkan cerita tersebut melalui unggahan sosial medianya.
Seorang ibu dari pasien anak yang terpapar virus corona membuatnya takjub. Pasalnya, ia tetap sabar menunggui anaknya yang telah dirawat selama 23 hari di rumah sakit
"Kondisi pasiennya up and down, sejak awal butuh ruang intensif tapi sayang masih penuh. Giliran tersedia pasiennya membaik, terus ruangannya dikasih ke pasien lain, eh pasiennya memburuk," cerita dokter Citra.
Pasien anak tersebut juga harus berjuang menahan sakit BAB berdarah yang menyertai penyakitnya.
"Sejak kemarin pasien ini BAB berdarah, merah segar keluar dari anus karena ada hemorrhoid yang pecah. Rencana tranfusi PRC 2 kantong, tapi cuma tersedia 2 kantong," lanjut dokter Citra bercerita.
Karena kesulitan mencari donor darah, ibu dari pasien anak itu ikut mencarinya ke luar rumah sakit.
Di tengah perjuangan mencari bantuan untuk anaknya itu, ia mendapat kabar bahwa suaminya meninggal dunia.
Ibu itu lantas meneleponnya untuk meminta tolong agar menjauhkan anaknya dari ponsel/
Baca Juga: Pentingnya Dukungan Psikososial Bagi Pasien Covid-19 Anak
"Saya takut dia buka-buka HP, ayahnya meninggal dok barusan. Saya takut dia drop dengar berita ini," begitu kata si Ibu kepada dokter Citra.
Ketika ia melihat si Ibu berada di selasar rumah sakit, dokter Citra menghampirinya. Begitu melihat dokter di situ, Ibu tersebut langsung berkata apakah ponsel anaknya sudah diamankan atau belum.
"Saya takut anak saya menyusul ayahnya," kata Ibu tersebut.
Seketika dokter Citra memegang pundak Ibu tersebut. Ia salut dengan ketegaran perempuan tersebut yang tidak histeris dan menangis ketika mengetahui suaminya meninggal di saat anaknya sakit keras.
Namun, begitu hari itu ia memegang pundaknya, Ibu tersebut baru meneteskan air mata.
"Nangis sampai tiba-tiba meluk gue. Dalam hati gue ini pasti dari tadi menahan semuanya, rasa sakit, rasa takut, rasa marah, semuanya," tulis dokter Citra.
Berita Terkait
-
Pentingnya Dukungan Psikososial Bagi Pasien Covid-19 Anak
-
Pulang dari Luar Kota, Dokter Anak di Pekanbaru Kena Covid-19
-
Hasil Swab Mengejutkan! Keluarga Jemput Paksa Jenazah Bocah 6 Tahun di RS
-
Pandemi Covid-19, Tindakan Medis Pada Pasien Anak Rawan Tertunda
-
Pasien Anak Positif Covid-19 di Sleman Ada Sebanyak 10 Orang, Mayoritas OTG
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres
-
Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus
-
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden