"Sekarang Pak SBY bersama kita ingin kalau pemerintah memang sudah punya bukti siapa dalangnya ya diproses. Apa sulitnya," tandasnya.
Hal tersebut menurutnya dimaksudkan agar tidak semakin beredar luas kabar hoaks soal dalang aksi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja ini.
"Kalau pemerintah sudah tahu ada hoaks yang mengarah ke Presiden RI ke-6 sebagai dalang aksi. Pemerintah sudah tahu siapa pembuatnya karena sudah diakui bukan SBY, kenapa tidak diproses? Ditertibkan? Sehingga pemerintah tidak hanya melempar tuduhan tetapi juga menjaga ketenangan. Orang-orang yang membuat hoaks seperti itu justru harusnya diproses," tegas Renanda Bachtar.
Terakhir, Renanda Bachtar sangat yakin bahwa aksi unjuk rasa yang pecah di berbagai kota merupakan keinginan pihak terkait guna menuntut keadilan dan perbaikan kehidupannya.
Dalam hal ini buruh yang nafas kehidupannya pun ditentukan dari adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut.
Lihat video pernyataan Renanda Bachtar selengkapnya disini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon