Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan istri Maruko Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (20/10/2020).
Kunjungan PM Suga ke Indonesia, bersamaan dengan aksi demo tolak UU Cipta Kerja, tepat memasuki satu tahun kepemimpinan Jokowi -Ma'ruf yang digelar sejumlah elemen masyarakat seperti mahasiswa dan buruh.
Saat perjamuan itu, di luar Istana Bogor dan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta masa berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.
Dari pantauan siaran Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyambut kedatangan PM Suga dan istri di tengah hujan yang mengguyur Kota Bogor.
Jokowi tampak mengenakan hitam dan masker. Sementara Iriana mengenakan kebaya modern dan hijab berwarna oranye serta memakai masker dan face shield.
Upacara penyambutan berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19. Penyambutan kunjungan kenegaraan di masa pandemi tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni jaga jarak.
Penyambutan diawali dengan dentuman meriam sebanyak 17 kali dan diiringi lagu kebangsaan Jepang dan Indonesia Raya. Setelah itu, PM Jepang dan istri memasuk Istana untuk mendatangani buku tamu.
Pada kunjungan kenegaraan biasanya tamu negara juga dikawal dengan pasukan prajurit berpakaian tradisional. Selain itu juga ada iringan musik dari kesenian angklung dan calung.
Kemudian tamu negara biasanya juga disambut para pelajar Sekolah Dasar yang mengenakan baju tradisional dan membawa bendera.
Baca Juga: Jokowi: Indonesia Aman untuk Piala Dunia U-20
Saat berada di dalam Istana, tampak Jokowi mengenalkan beberapa menteri yang hadir seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri BUMN.
Jokowi dan PM Suga sempat melakukan Veranda Talk atau berbincang santai sebelum melakukan pertemuan bilateral.
Hingga kini masih berlangsung pertemuan bilateral secara tertutup.
Demo Besar-besaran
Gelombang protes terhadap UU Cipta Kerja terus bergulir. Tepat satu tahun rezim Jokowi-Maruf, aksi unjuk rasa hari ini terjadi di sejumlah daerah termasuk di Jakarta.
Massa mahasiswa dari BEM SI dan sejumlah organisasi buruh berujuk rasa di Istana Negara, Jakarta. Bahkan aksi serupa juga terjadi di Istana Kepresidenan Bogor.
Berita Terkait
-
Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik
-
Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur
-
Rekam Jejak Abraham Samad, Kini Terjerat Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
Jokowi Bilang SBY Negarawan, Demokrat Anggap Polemik 'Partai Biru' Selesai
-
Kecam Pengadu Domba, Ibas Murka Demokrat Diseret Isu Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar