Suara.com - Publik tengah dibuat tertegun oleh nasib buruk yang baru saja menimpa seorang kakek penjual gado-gado di Lamongan, Jawa Timur.
Alih-alih untung, kakek itu malah menjadi buntung. Sebab ia baru saja ditipu oleh salah seorang pelanggannya.
Gado-gado dagangan kakek tersebut dibayar menggunakan uang mainan oleh pelanggan yang sejauh ini tidak diketahui rimbanya.
Kisah kakek berusia 91 tahun itu dibagikan oleh Revi lewat jejaring Facebook miliknya, Sabtu (24/10/2020).
Revi nampak kesal dan mengecam pelaku penipuan yang merugikan kakek penjual gado-gado tersebut.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Revi, pelaku penipuan awalnya memesan gado-gado sebanyak 5 porsi.
Namun setelah pelaku pergi, kakek itu baru menyadari bahwa ia hanya menerima uang pecahan Rp 100.000 dalam bentuk uang mainan saja.
Parahnya, sebelum itu kakek sudah memberi pelaku kembalian sebesar Rp 50.000 dengan uang asli.
Nasib buruk kakek tersebut berlipat ganda. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Baca Juga: Video Polisi Dipukul Intel Masuk 9GAG, Netizen: Wow Go Internasional!
Kendati begitu, Revi menuturkan bahwa sang kakek telah mengikhlaskannya. Sebab ia menghitungnya sebagai sedekah ke orang lain saja.
Unggahan Revi yang menceritakan nasib malang seorang kakek penjual gado-gado tersebut mendadak jadi sorotan dan viral di media sosial.
Kisah yang dibagikan Revi lewat akun Facebooknya bahkan sudah disukai dan dibagikan oleh ribuan orang.
Sejumlah warganet pun ikut meninggalkan komentar. Beberapa mereka mengaku ikut sedih mengetahui kisah kakek asal Lamongan ini.
"Ya Allah kok kurang ajar ya sama orang tua. Makan hasil keringan orang tua. Kok masih ada yang orang seperti itu," kata Idun Lina Shofie.
"Ya ampun kasihan. Orang jualan itu orang tua lho kok dibodohi," timpal Lailatul Fitriyah.
Untuk diketahui, kakek yang berjualan gado-gado dengan gerobaknya ini setiap harinya berkeliling di sekitar Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.
Lihat selengkapnya disini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW
-
Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob
-
Nadiem Makarim Bantarkan Sidang Korupsi Akibat Pendarahan Hebat hingga Masuk Rumah Sakit 4 Hari
-
BGN Atur Skema MBG Selama Libur Lebaran, Begini Teknis Distribusinya
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
ABK Dituntut Hukuman Mati terkait Sabu 2 Ton, DPR Ingatkan Hakim: Itu Opsi Terakhir
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu di Awal Ramadan, Ini Penyebab Utamanya
-
Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Dipatsus, Mabes Polri: Tak Ada Ampun bagi Anggota Terlibat Narkoba
-
Sopir Tertidur Picu Tabrakan Adu Banteng Transjakarta di Cipulir, 24 Orang Luka-Luka
-
10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku