Suara.com - Seorang pemimpin sekte seks di AS dijatuhi hukuman 120 tahun penjara.
Pendiri Nxivm Keith Raniere tahun lalu dinyatakan bersalah atas pemerasan, perdagangan seks, kepemilikan pornografi anak, dan kejahatan lainnya.
Sebagai pemimpin sekte, ia merekrut perempuan-perempuan sebagai budak dan memaksa mereka untuk berhubungan seks dengannya.
Jaksa penuntut mengatakan laki-laki berusia 60 tahun itu harus menghabiskan hidupnya di balik jeruji besi untuk "kerusakan tak terukur" yang ia akibatkan pada para korban sekte tersebut.
- Enam hal mengejutkan dari 'sekte seks' Nxivm
- Pemimpin 'sekte seks' Nxivm dinyatakan bersalah perbudak perempuan
- Selebriti AS mengaku bersalah terlibat dalam 'sekte seks'
Hakim Distrik Nicholas Garaufis juga mendenda Raniere $1,75 juta (Rp25,7 miliar) pada persidangan putusan di Brooklyn pada hari Selasa.
Raniere sendiri tidak pernah bersaksi selama kasus tersebut tahun lalu. Ia adalah satu-satunya anggota dari kepemimpinan Nxivm yang menghadapi persidangan saat orang lain mengambil kesepakatan pembelaan.
Pengacara Raniere telah bersikeras bahwa kliennya dan menyalahkan "kampanye media yang melibatkan saksi yang termotivasi untuk bersaksi secara salah" atas keyakinannya.
Otoritas AS mulai menyelidiki Nxivm - diucapkan nexium - setelah investigasi New York Times diterbitkan pada 2017.
Berbasis di Albany, New York dan dibentuk pada tahun 1998, kelompok tersebut menjelaskan bahwa mereka "komunitas yang dipandu oleh prinsip-prinsip kemanusiaan yang berusaha untuk memberdayakan masyarakat".
Baca Juga: Jadi Istri ke-65, Kisah Perempuan Terjebak Sekte Seks dan Dicuci Otaknya
Menurut slogan khasnya, organisasi ini "bekerja untuk membangun dunia yang lebih baik". Ia mengatakan telah bekerja dengan lebih dari 16.000 individu dan mengoperasikan pusat-pusat di seluruh AS, Kanada, Meksiko dan Amerika Tengah.
Namun dalam kenyataannya Raniere duduk di posisi teratas dan mengendalikan anggota perempuan melalui sistem budak dan tuan.
Beberapa perempuan dicap di daerah panggul mereka dengan inisial Raniere dalam upacara yang difilmkan, sementara para anggota berkumpul setiap tahun untuk merayakan dan membayar ulang tahunnya - sebuah acara yang dikenal sebagai "Vanguard Week".
Seorang mantan anggota bersaksi bahwa ia "dipersiapkan" selama berminggu-minggu sebelum dia berusia 18 tahun agar Raniere bisa mengambil keperawanannya.
Dikenal sebagai Daniela, dia mengatakan kepada pengadilan bahwa dia dan saudara perempuannya dihamili olehnya dan dipaksa untuk melakukan aborsi, dan bahwa dia dan salah satu saudara perempuannya - yang di bawah umur - dipaksa untuk berhubungan seks dengannya beberapa kali.
Keanggotaan sekte ini dilaporkan termasuk oleh aktris Hollywood, ahli waris dan bahkan putra mantan presiden Meksiko - beberapa di antara mereaka bersaksi melawan Raniere di pengadilan.
Pada 2018, agen FBI menangkap Raniere di Meksiko setelah dia meninggalkan AS menyusul laporan New York Times.
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
-
Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
-
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI
-
Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana
-
MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi
-
Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya
-
Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten
-
Ratusan Elemen Sipil Teken Petisi, Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diadili di Militer!