Suara.com - Amarah seorang suami tak terbendung lagi ketika melihat pria yang diduga menjadi selingkuhan istrinya. Ia pun menyuruh agar pria itu mencium kakinya sebagai tanda permintaan maaf.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @manaberita, suami tersebut mendatangi si pria di sebuah gudang.
Di depan para karyawan gudang yang diduga menjadi tempat kerja pria tersebut, si suami marah-marah.
"Buruan kamu ngomong. Kamu salah, ngomong!" bentak suami itu.
Si pria tersebut mengakui kesalahannya dan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengganggu istrinya lagi.
Tapi si suami merasa masih belum cukup. Ia pun menyuruh pria tersebut mencium kakinya.
Disaksikan beberapa orang yang ada di gudang itu, pria tersebut menuruti permintaan mencium kaki si suami.
Usai kakinya dicium, si suami tak berhenti melanjutkan omelannya kepada pria tersebut. Ia menganggap rumah tangganya hancur gara-gara istrinya main hati dengan pria itu.
"Percuma enggak ada fungsinya, diam doang. Apaan kamu. Enggak bisa ngomong kan kamu sekarang?" kata si suami.
Baca Juga: Suami-Istri Bersimbah Darah di Kontrakan, Tewas Ditusuk dan Leher Tergorok
Ia bahkan mengancam untuk menghabisi nyawa pria tersebut.
"Gue masuk penjara ya bodo amat. Keluarga gue udah hancur. Keluarga gue udah hancur kalau mau tahu, yang dosa siapa? Kamu nanggung dosanya ya, anakku masih kecil sekarang udah pisah," bentak si suami.
Dalam keterangan yang ditulis oleh akun @manaberita, disebutkan bahwa perselingkuhan diduga terjadi sebanyak dua kali.
"Diketahui bahwa perselingkuhan ini terjadi sudah 2 kali. Pada kesempatan pertama sang pria sudah memaafkan keduanya. Tapi yang kedua kalinya dia tak mampu menahan amarahnya. Sang istri telah dipulangkannya ke rumah orang tuanya. Dan sang anak yang masih kecil terpaksa menjadi korban," demikian keterangan unggahan itu.
Video itu lantas menuai beragam komentar dari warganet.
"Makanya kalau orang sudah selingkuh 1x saja langsung buang dan ceraikan. Soalnya selingkuh itu enggak bisa sembuh cuy," tulis @alice_octa*****.
Berita Terkait
-
Suami-Istri Bersimbah Darah di Kontrakan, Tewas Ditusuk dan Leher Tergorok
-
Dipergoki Berduaan Bareng Pria Lain, Suami di Sumut Polisikan Istri
-
Tak Ada yang Melerai, Suami Pukuli Istri di Pinggir Jalan hingga Tewas
-
Suami Istri Tewas Mandi Darah di WC, Ribut Gara-gara Tak Mau Asuh Anak
-
Diduga Dipicu Masalah Anak, Suami Istri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi
-
Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?