Kapitra lantas menjawab singkat.
"Saya susah menangkap kedunguan itu," jawabnya.
Rocky pun menimpali jawaban Kapitra, "Ya karena itu susah, tidak dibiasakan berpikir sistematis dan konseptual."
Melihat perdebatan antara Rocky dan Kapitra, Fadroel Rachman menyela.
"Saya juga ingin jawab juga," ujar Fadjroel.
Karni Ilyas lalu memutuskan memberi kesempatan kepada Kapitra.
"Rocky tidak mengerti apa yang namanya universitas hak. Sehingga dia lupa tentang kewajiban dia, ketika orang bicara menjadi kewajiban anda untuk mendengarnya," kata Kapitra.
Dia menyebut Rocky justru memaksakan orang masuk dan memahami pikirannya. Kapitra juga mengatakan jika Rocky menilai semua orang salah karena sudah memiliki kebenaran sendiri.
"Ketika Anda kehilangan kebenaran, maka di depan mata Anda semuaorang salah. Tidak ada kebenaran selain kebenaran absolut anda. Anda menjadi firaun sendiri," kata dia.
Baca Juga: Said Didu: UU ITE Sekarang Digunakan untuk Mengawasi Transaksi Perasaan
Pernyataan Kapitra itu lantas menuai perdebatan di antara keduanya.
Ditengah perdebatan itu, Fadjroel kemudian angkat bicara.
Ia mencontohkan soal orang yang berteriak kebakaran di dalam sebuah gedung sebagai bentuk kebebasan.
"Misalnya Rocky lah. Dia tiba-tiba berteriak di dalam bioskop atau di ruangan ini kebakaran-kebakaran, akhirnya orang berlarian dalam satu konser atau dalam bioskop, nah itu kebebasan atau liberty?" tanya Fadjorel.
"Itu kedunguan" jawab Rocky.
Mendengar jawaban itu, seketika Fadjroel tertawa.
"Ini yang terjadi Rocky, jadi ini seolah-olah mereka mengatakan bahwa saya boleh memperlakukan apa saja. Misal kalau saya berdemo, saya boleh merusak fasilitas umum," papar Fajdroel.
"Nah itu, Anda tambah-tambahkan," Rocky menyanggak pernyataan Fadrjroel.
Fadjroel pun menaikkan nada bicaranya agar Rockytak memotong pernyataannya.
"Sebentar Rocky!" kata Fadjroel.
"Oke. Larang aja," Rocky pasrah.
Fadjroel pun melanjutkan beberapa poin keterangannya soal kebebasan berpendapat di Indonesia.
Berita Terkait
-
Said Didu: UU ITE Sekarang Digunakan untuk Mengawasi Transaksi Perasaan
-
Rocky: Demi Omnibus, PDIP Tidur Sekamar dengan Golkar lalu Mimpi Soekarno
-
Diteken Jokowi, Fadjroel Rachman Klaim UU Cipta Kerja Buat Indonesia Maju
-
Daftar Relawan Jokowi yang Diangkat Erick Thohir
-
Rocky Minta Dipanggil "Muhammad Rocky Gerung" dan 4 Berita Top SuaraJogja
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana