Suara.com - Fraksi PKS tampaknya tidak akan mengambil langkah legislative review terkait Undang-Undang Cipta Kerja. Fraksi PKS justru mendesak pemerintah lansung membatalkan UU Ciptaker melalui Perppu.
Anggota Badan Legislasi DPR daei Fraksi PKS Mulyanto memandang, dilihat berdasarkan kekuatan dukungan fraksi di DPR yang didominasi koalisi pemerintah, menjadi satu sebab Fraksi PKS enggan melakukan legislative review.
"Sekarang ini kita mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu," kata Mulyanto dihubungi Suara.com, Kamis (5/11/2020).
Mulyanto menganggap merupakan hal wajar jika kemudiam UU Cipts Kerja dicabut. Mengingat kesalahan terus ditemukan mulai dari pembahasan, pengesahan hingga diundangkan dan diteken oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Dengan proses pembentukan perundangan yang ugal-ugalan, gonta-ganti naskah, salah ketik naskah termasuk terhadap naskah yg sudah ditanda tangan pak presiden dan lain-lain. Maka sebagai bentuk pertanggungjawaban politik presiden untuk tidak merevisi naskah lagi, tidak menyerahkan dokumen yang cacat kepada masyarakat, maka kita minta presiden membatalkan UU Ciptaker tersebut," tutur Mulyanto.
Sebelumnya, Fraski PKS yang kontra terhadap UU Cipta Kerja menganggap legislative review bukan hal mudah dilakukan di tengah dominasi kekuatan partai politik pendukung pemerintah di parlemen.
"Terkait legislative review yang prosesnya serupa dengan pengajuan RUU biasa, saya melihat akan sulit untuk berhasil. Mengingat sikap akhir pemerintah terhadap RUU ini dan peta politik koalisi pendukung pemerintah di DPR," kata Mulyanto.
Kendati begitu, ia menilai bukan berarti tidak ada harapan untuk legislative review.
"Jalannya panjang, namun ujungnya terlihat. Kecuali dukungan masyarakat sangat kuat untuk melakukan legislative review ini," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Bertekad Reformasi Besar-besaran Sistem Kesehatan di Indonesia
Berita Terkait
-
Jokowi Bertekad Reformasi Besar-besaran Sistem Kesehatan di Indonesia
-
KSP: UU Ciptaker Jadi Payung Hukum Penting Pengembangan UMKM
-
Habib Rizieq Pulang 10 November, Arteria PDIP: Semoga Tiba dengan Selamat
-
Pilpres 2024, Rocky Gerung Ungkap Jokowi Bakal Jadi Wapres Airlangga
-
Golkar Tanggapi Ucapan Rocky Gerung Soal Jokowi Cawapres Airlangga di 2024
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap