Suara.com - Video aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang paman terhadap ponakannya yang masih balita di sebuah minimarket beredar di medis sosial. Paman itu nekat menendang balita hingga tersungkur karena tidak terima anaknya dijatuhkan.
Video tersebut diSebarkan akun Instagram @informasi.terkini86 dan terkuak bahwa video dari kamera CCTV itu direkam 23 Oktober 2020 malam.
"Info masuk ke admin terjadi tindak aniaya terhadap anak balita yang dilakukan oleh pamannya sendiri," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Jumat (6/11/2020).
Dari video itu, terlihat seorang anak balita membuat anak si pelaku (pamannya) jatuh di depan lemari es di sebuah warung.
Entah karena kesal, pelaku langsung menghampiri anak balita dan menendang bokongnya dengan sekuat tenaga hingga anak itu tersungkur.
Istri pelaku tampak terkejut melihat tindakan suaminya tersebut. Ia berusaha menenangkan si anak balita dan juga anaknya yang menangis karena jatuh.
Si anak balita tampak terus menangis dan berusaha pergi dari warung tersebut. Ia mengamuk ketika istri pelaku berusaha mengejarnya dan membawanya masuk.
Usai berseliweran di media sosial, akun Instagram lain @infojawabarat melengkapi keterangan video tersebut.
"Update 21:52 @ifan_amrullah "Om info yang ditendang anak kecil itu kebetulan saya deket rumahnya, sekalian edit kasih klarifikasi bahwa 3 hari lalu sudah diselesaikan sama RW setempat," tulis @infojawabarat.
Baca Juga: Ternyata Inilah Sosok Wanita yang Payungi Kucing Makan saat Hujan
"Pelaku adiknya sudah menyesal dan saling meminta maaf sama ayah korban, ayah korban juga kakaknya sudah memaafkan di depan pak RW dan itu hanya sebuah kehilafan dan kesalahpahaman saja," sambung keterangan itu.
Unggahan @infojawabarat juga menjelaskan lokasi kekekerasan itu terjadi yaitu di daerah Jln. Galumpit, Maelom, Cileunyi.
Hingga artikel ini dibuat, video itu telah menuai banyak kecaman dari warganet.
"G I L A !!! GAPUNYA HATI&OTAK !!!" kata warganet dengan nama akun @rezti***
"Itu ibunya kenapa diem yaa? Ya Allah sedih liatnya. Pengen nendang si Bapak itu pake linggis boleh gak," ujar akun @widia***
Hingga berita ini disusun belum diketahui kelanjutan nasib pelaku.
Berita Terkait
-
Tangkap Maling Mesin Kopi, Pemuda Aceh Justru Malah Dijadikan Tersangka Penganiayaan
-
Pria Pensiunan ASN Blora yang Tendang Kucing hingga Mati Terancam Dibui
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
7 Fakta Pria Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Bukan Orang Sembarangan?
-
Viral! Detik-Detik Muazin Meninggal Dunia Usai Lantunkan Azan di Pangkalpinang
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless