Suara.com - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menegaskan tak mempermasalahkan kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Imigrasi, Ahmad Nursaleh menyebut selama pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) menurut undang-undang, maka Imigrasi tak akan menolak akan kedatangannya Habib Rizieq.
"Intinya apabila beliau (Habib Rizieq) masih merupakan WNI maka berdasarkan undang-undang kami tidak dapat menolak WNI yang akan masuk ke wilayah Indonesia," ujar Ahmad kepada Suara.com, Senin (9/11/2020).
Rizieq dikabarkan akan pulang ke Indonesia pada Selasa (10/11/2020) melalui Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang.
Salah satu alasan kepulangan Rizieq, yakni ingin menikahkan puteri keempatnya Syarifah Najwa Shihab puteri pada Sabtu (14/11/2020).
Kabar kepulangan Rizieq juga menjadi sorotan publik. Salah satunya soal kabar akan dideportasi oleh pemerintah Arab Saudi.
Dalam siaran langsung penyampaiannya di Front TV, Rizieq mengumumkan setibanya di Indonesia, ia akan menikahkan putri keempatnya, bernama Najwa.
“Insya Allah saya akan nikahkan putri saya yang keempat Najwa dengan tunangannya Insya Allah,” ujar Habib Rizieq dalam tayangan kanal YouTube Front TV, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga: Habib Rizieq Bertahan Hidup dari Sumbangan dan Bantuan Orang
Berita Terkait
-
Habib Rizieq Bertahan Hidup dari Sumbangan dan Bantuan Orang
-
Ngomong Kasar Bela Habib Rizieq, Munarman Ditegur Presenter TVone
-
PA 212 Akui Habib Rizieq Bukan Orang Suci
-
Dituding FPI Sabotase Tiket Agar Rizieq Tak Pulang, Dubes RI: Tak Berdasar!
-
Besok Tiba di Indonesia, Ini Rute Kepulangan Habib Rizieq Usai dari Bandara
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok