Suara.com - Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Habib Rizieq Shihab bersama keluarga langsung disambut para simpatisan.
Berdasarkan tayangan langsung yang disiarkaan TvOne, Selasa (10/11/2020), Habib Rizieq menaiki sebuah mobil berwarna putih. Terlihat massa simpatian berkerumun mengikuti konvoi mobil yang ditumpangi Rizieq dan keluargannya.
Bahkan terlihat Habib Rizieq keluar dari atap mobil mewah guna menyapa para simpatisannya. Tampak pula laksar LPI turun mengawal rombogan mobil Habib Rizieq.
Hingga kini massa simpatisan rela berjalan kaki mengikuti rombongan sambil melantunkan salawat. Rencananya, Habib Rizieq akan langsung ke kediamannya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Agenda Habib Rizieq
Dalam pengumuman kepulangannya yang disiarkan di kanal YouTube Front TV, Habib Rizieq menyampaikan beberapa hal terkait dengan kepulangannya ke Tanah Air.
Selain menemui gurunya tersebut, Habib Rizieq akan menikahkan putrinya Syarifah Najwa Shihab.
Habib Rizieq mengatakan begitu mendarat di Tanah Air, dia bersama keluarga langsung menuju kediaman di Petamburan Jakarta Pusat. Di sana mereka beristirahat.
Habib Rizieq akan berada di kediamannya selama dua sampai tiga hari untuk istirahat.
Baca Juga: Sudah Keluar dari Bandara, Habib Rizieq Menuju Petamburan
Kepada para ulama dan habaib yang ingin menemuinya, Imam Besar FPI itu menyilakan untuk langsung bertandang ke Petamburan.
Selanjutnya, Habib Rizieq mengatakan aktivitas pertama keluar rumah kediaman selepas tiba di Tanah Air yaitu slaturahmi atau sowan ke gurunya, Alhabib Ali bin Abdurahman Assegaf di Tebet.
“Insya Allah, Jumat subuh 13 November 2020, saya dan kawan akan salat subuh dan menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat kediaman guru kami tercinta murabbi syadidil wali, Habib Ali bin Abdurahman Assegaf di Tebet Jakarta Selatan, Beliau adalah guru saya tercinta,” katanya.
Nah selepas sowan ke gurunya, Habib Rizieq akan meluncur ke Ponpes Agrokultural Markaz Syariah di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat untuk meninjau pembangunan pondok.
“Pukul 08.00 dari tempat beliau (Habib Ali bin Abdurahman Assegaf) kami langsung ke Bogor, ke Ponpes Agrokultural Markaz Syariat, salat Jumat di sana dan laksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan masjid raya Markaz Syariat,” ujar Habib Rizieq.
Sehari berikutnya, Habib Rizieq akan menikahkan putrinya di kediaman Petamburan Jakarta Pusat.
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut