News / Nasional
Rabu, 11 November 2020 | 08:51 WIB
Habib Rizieq Shihab (HRS) (tengah) tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut bahwa Habib Rizieq punya sikap sendiri soal politik di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa pentolan FPI itu justru tak ingin dielu-elukan sebagai orang suci sebagaimana pernah dikatakan oleh Menteri Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

"Saya rasa Habib Rizieq tidak suka dipuja sebagai orang suci seperti yang diingatkan oleh Mahfud MD, tapi sebagai orang yang ingin memperbaiki Indonesa. Itu yang diharapkan," kata Rocky Gerung dilansir dari tayangan YouTube-nya, Selasa (10/11/2020).

Menurut Rocky, momen kepulangan Habib Rizieq ini menjadi pertanda bahwa masyarakat menginginkan perubahan.

"Kita bayangkan bahwa rakyat melalui momentum Habib Rizieq ini menginginkan perubahan semua aturan politik termasuk cara pemilu, cara beroposisi, termasuk keangkuhan rezim,"

"Itu yang menerangkan mengapa pemujaan, tapi orang sadar bahwa kita yang diperlukan bukan pemujaan melainkan kritisi dalam perubahan politik," jelas Rocky.

Ketika disinggung oleh Hersubeno Arief soal pemerintah yang terkesan menghalang-halangi para pendukung Habib Rizieq untuk menyambut kepulangannya, Rocky punya pemaparan tersendiri.

"Pemerintah ingin agar setelah Jokowi lengser nanti, di tengah jalan atau di ujung jalan, maka kekuasaan pindah kepada dinastinya dalam arti lebih luas dinasti oligarki," jawab Rocky.

Prinsip yan dimiliki Habib Rizieq, lanjut Rocky, bertentangan dengan yang dijalankan pemerintah saat ini.

Baca Juga: Rocky Gerung: Rizieq Shihab Pulang, Bersama Rakyat Hadang UU Omnibus Law

"Habib Rizieq datang dalam konfrontasi politik akhlak, jadi konfrontasi akhlak, maka mereka yang sebetulnya menyimpan banyak rahasia tentang akhlak yang buruk dalam politik mulai merasa bakal tersingkir," ujar Rocky.

Oleh karena itu, Rocky menganggap bahwa pemikiran Habib Rizieq itu akan berdampak panjang dalam mengubah pola pikir soal politik di Indonesia.

"Kan lama-lama nanti mereka yangs ekarang lagi mencuat menghasilkan atau mencari dana untuk politik tiba-tiba lihat bahwa modal utama untuk berpolitik adalah akhlak, legitimasi, bukan lagi jumlah uang sampai di daerah," tukas Rocky.

Selain itu, Rocky juga menduga saat ini Istana sedang khawatir dengan kepulangan Habib Rizieq.

"Jadi elite yang sekarang itu ketar-ketir karena menganggap bahwa cara berpolitik di Indonesia itu sedang diubah oleh Habib Rizieq, oleh Gatot Nurmantyo,"

"Jadi terlihat kontras antara calon pemimpin yang sedang beredar sekarang yang dielu-elukan rakyat, dan mereka yang sedang berkuasa yang hanya dielu-elukan oleh oligarki. Itu yang ketakutan Istana," pungkas Rocky.

Load More