Tak Tahu Red Notice Rizieq di Interpol, Polri: Kami Baru Tahu dari Media

Rabu, 11 November 2020 | 16:21 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (tengah) saat menggelar konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (4/9/2020). (ANTARA/ HO-Polri)

"Apa buktinya? Saya punya dokumen, perjanjian saya dengan BIN Indonesia, saya terjemahkan lagi dalam bahasa Arab. Resmi di situ, dan dokumen itu belum saya buka ke masyarakat," Rizieq menceritakan.

Begitu dia menunjukkan surat perjanjian dengan BIN, Rizieq menuturkan jika pemerintah Arab Saudi justru kaget dan meminta maaf kepadanya.

"Mereka kaget, 'Anda punya perjanjian begini bagus dengan negara. Anda tidak punya masalah kok dilaporkan macam-macam'. Ini yang jadi permasalahan."

"Mereka kaget, 'Anda punya perjanjian begini bagus dengan negara. Anda tidak punya masalah kok dilaporkan macam-macam'. Ini yang jadi permasalahan."

"Singkat cerita, kalau saya cerita terlalu panjang, akhirnya pemerintah Saudi ini, otoritas yang berwenang di bidang ini, mereka justru akhirnya minta maaf," sebut dia.

Tak sampai di situ, Rizieq juga mengaku dirinya ditawari untuk tinggal di Arab Saudi selamanya atau pulang ke Indonesia.

"Saya ditawari 'Habib Anda mau besok pulang ke Indonesia, atau di sini selamanya?'" pungkas Rizieq menirukan tawaran yang ia terima.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com