News / Nasional
Rabu, 11 November 2020 | 20:30 WIB
Tangkapan layar Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas saat menyampaikan pidato dalam acara halalbihalal virtual MUI, Jumat (12-6-2020). [Antara/Fransiska Ninditya]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas mengaku senang melihat pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama jemaahnya.

Namun dikarenakan masih terdapat Pandemi Virus Corona atau Covid-19, Anwar meminta agar segala acara yang melibatkan Rizieq untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan

Dia juga mengingatkan, kalau Indonesia masih berjuang dalam memperkecil penularan Covid-19. Ia berharap seluruh pihak dapat memperhatikan nasihat dari para ahli agar tidak ikut menyebarkan virus. 

"Tapi karena negeri ini masih dilanda Covid-19 maka saya betul-betul berharap agar semua pihak benar-benar memperhatikan nasihat dan saran dari para ahli untuk menghormati protokol kesehatan yang ada agar musibah dan bencana tidak datang menimpa," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/11/2020).

Anwar tidak mempermasalahkan apabila Rizieq maupun FPI kemudian melangsungkan acara silahturahmi dan sebagainya.

Tetapi, ia meminta tolong agar jaga jarak tetap dipraktikan serta mengenakan masker ataupun pelindung wajah. 

"Oleh karena itu silahkan silahturahmi dengan Habib dilakukan karena kerinduan yang sudah lama kepada beliau tapi tolong jarak tetap dijaga dan masker kalau bisa face shield tetap dipakai agar kegembiraan tidak berujung duka," ujarnya. 

Anwar mengatakan, kalau agama sudah mengingatkan kepada seluruh pengikutnya untuk tidak melakukan perbuatan yang malah menggiring ke dalam kebinasaan.

Sehingga, menurutnya lebih baik mencegah sesuatu yang berbahaya ketimbang harus mengobatinya. 

Baca Juga: Amien Rais Sambangi Habib Rizieq, Petinggi KAMI Ungkap Isi Pertemuan

"Untuk itu karena segala mudarat atau bahaya harus dihilangkan maka prinsip berhati-hati dan waspada dengan menghormati dan mematuhi sepenuhnya protokol medis yang ada jelas harus lebih kita dahulukan dan utamakan untuk kebaikan kita semua."

Load More