Suara.com - Seorang perempuan mengalami pelecehan seksual di dalam lift apartemen. Pelecehan itu diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri yang tinggal di gedung yang sama.
Lewat akun TikTok-nya, gadis berinisial R ini menceritakan kronologi ketika ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan itu.
Saat itu ia hanya berdua di dalam lift dengan tetangga yang tak dikenalnya itu.
Ia pun mengambil posisi berseberangan dengan pria itu dan memilih menyibukkan diri dengan bermain ponsel.
Tak lama setelah lift mulai bergerak, ia menyadari bahwa ada sesuatu yang menempel di tubuh bagian bawahnya.
Ketika ia menoleh ternyata pria itu sudah berdiri di belakangnya sambi memegang bagian kemaluan.
Sontak R langung bereaksi keras untuk menghentikan aksi pria tersebut. Ia langsung keluar dari lift dan masuk ke kamar apartemennya.
Keesokan harinya, R dan kakaknya melaporkan kejadian itu ke sekuriti apartemen. Begitu mereka menghampiri apartemen tempat tinggal pria itu, mereka terkejut dengan kalimat yang dilontarkannya.
"Oh iya, udah saya tungguin dari semalam," kata pria itu seperti yang ditirukan oleh R.
Baca Juga: Polisi Ungkap Pelaku Pelecehan Seksual Aurellia JKT48
Pria yang tinggal bersama ibu dan kakak perempuannya itu ternyata sudah menunggu laporan atas aksi yang ia lakukan.
Kontan, kalimat itu membuat R geram dan langsung menodong pertanyaan soal aksi pelecehan yang diterimanya.
Di ruangan sekuriti, pria itu mengakui kesalahannya. Namun ia justru balik mengancam balik R dengan tuduhan telah melakukan kontak fisik karena menyentuh kepalanya.
"Di sini dia mengakui kalau dia bersalah (ngeluarin kemaluannya) tepat di belakang saya, tapi dia enggak mau mengaku kalau dia sudah nyentuh atau nyolek maaf (bokong) saya."
"Padahal jelas di CCTV dia dekati saya dari belakang dugaannya memang dia nyolek karena setelah itu saya langsung balik badan dan nanya apa yang dia lakuin. Karena dia enggak mau jawab ya saya tendang orang itu pas kejadian. Tapi ini bikin laporan kalau saya megang kepala padahal jelas saya enggak lakuin," tulis R.
Kejadian itu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku kemudian diminta menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal
-
Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee