Suara.com - Kelompok masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mendatangi kantor bupati Jayawijaya dan menyampaikan aspirasi yang diharapkan bisa diteruskan kepada Presiden Joko Widodo agar program otonomi khusus terus dilanjutkan.
Tokoh veteran Papua Alex Doga yang hadir bersama massa di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (12/11/2020), mengatakan otsus yang selama ini diberikan kepada Papua memberikan efek positif untuk pembangunan di daerah ini.
"Ada yang mau menolak otsus, tetapi saya mewakili pejuang dan kami yang hadir menerima pembangunan ini, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas pembangunan, terima kasih kepada bupati, gubernur sampai Bapak Jokowi," katanya.
Massa yang hadir di kantor Bupati Jayawijaya mengharapkan program pemerintah untuk Papua terus berlanjut sebab masih banyak daerah yang memerlukan pembenahan agar lebih maju.
"Kami menerima pembangunan dari Presiden yang diberikan kepada kami di daerah terbelakang ini, kami ingin kesejahteraan rakyat kami maju seperti di daerah lain," katanya.
Menurut Alex Doga pemerintah juga perlu melihat dan memberi perhatian kepada anak maupun cucu dari veteran atau pejuang Papua di Tanah Air.
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen menyampaikan terima kasih kepada warga yang datang dengan aman dan menyampaikan aspirasi.
Ia mengharapkan seluruh masyarakat Jayawijaya terus membantu kepolisian, TNI maupun pemerintah menjaga Jayawijaya aman.
"Tentu harapan saya, sisa satu bulan kita berada pada Desember, meninggalkan tahun 2020, tentu perjalan ini kita akan akhiri, harapan saya kita terus wujudkan keamanan yang sudah terbina ini. Kondisi ini mari kita jaga sama-sama, jangan ada eskalasi seperti tahun kemarin yang menyedihkan, mencucurkan air mata," demikian Dominggus Rumaropen. [Antara]
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh