Suara.com - Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengatakan bahwa kurikulum baru tengah disusun dengan tujuan mendorong kebebasan berpikir dan toleransi di kalangan para murid.
Menteri Pendidikan Dr Hamad bin Muhammad al Sheikh mengatakan mata-mata pelajaran yang diajarkan akan memungkinkan para siswa bisa menggunakan kemampuan berpikir kritis dalam berbagai situasi.
Menteri pendidikan sebelumnya, Ahmed al-Issa, mengatakan pengembangan kurikulum memasukkan proyek-proyek pendidikan baru yang mencakup mata pelajaran seperti filsafat dan pemikiran kritis.
Issa mengatakan sebagai bagian dari mengembangkan kurikulum baru untuk sekolah menengah, Kementerian Pendidikan sudah menyelenggarakan berbagai lokakarya di lebih dari 100 sekolah menengah di Saudi, menurut situs berita Alarabiya.
- Arab Saudi untuk pertama kali membuka diri untuk wisatawan asing
- Arab Saudi bangkitkan industri hiburan, diharapkan bantu topang ekonomi
- Raja Salman berlakukan kembali bonus dan tunjangan khusus
Sebelumnya, diterbitkan hasil kajian dari satu lembaga kajian yang menyebutkan "ada upaya menyuntikkan muatan eksklusivitas dan kebencian di kurikulum dan upaya ini sudah digagalkan".
Kajian ini juga menyebutkan warga Arab Saudi bisa hidup berdampingan dan harmonis di tengah keberagaman.
Diyakini, para pejabat ingin mempercepat pengembangan kurikulum baru yang bisa memfilter konten ujaran kebencian dan memasukkan konten-konten pendidikan yang lebih humanis dan moderat.
Peneliti pendidikan Mohamed Asiri, kepada situs berita Arab Weekly, mengatakan bahwa tujuan mereformasi kurikulum adalah "membentuk generasi yang patrotik, yang toleran, yang menghargai keberagaman dan memandang dunia dengan pendekatan yang humanis dan moderat".
Perubahan konten kurikulum ini disambut baik, namun beberapa kalangan berpandangan kemajuan di lapangan tidak secepat yang diinginkan.
Seorang guru kepada situs berita Arab Weekly mengatakan bahwa pengembangan kurikulum adalah perubahan yang positif, namun perubahannya berjalan lambat dan tak responsif menyerap perubahan cepat di lapangan.
- Mohammed bin Salman: Siapa sesungguhnya putra mahkota Arab Saudi ini?
- Putri Saudi dihukum dalam kasus penculikan tukang ledeng di Paris
Dalam beberapa tahun belakangan, Saudi menerapkan sejumlah reformasi di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, di bawah program nasional Visi 2030, yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Saudi terhadap minyak dan mendiversifikasi ekonomi.
Namun, di saat sejumlah langkah reformasi diterapkan, pemerintah juga menekan kalangan aktivis dan Islamis yang mendesak adanya hak-hak sosial dan politik yang lebih besar.
Di luar sektor pendidikan, Saudi membangkitkan industri hiburan dan pariwisata untuk menopang ekonomi.
Dikatakannya bahwa pengembangan industri hiburan asli dalam negeri dan pariwisata berpotensi mendatangkan pemasukan US$22 miliar atau sekitar Rp293 triliun.
September tahun lalu, Saudi untuk pertama kalinya membuka diri untuk wisatawan asing dengan meluncurkan skema visa untuk 49 negara, langkah pertama yang dilakukan setelah sebelumnya hanya terbatas pada visa umrah dan haji, pebisnis dan pekerja asing.
Namun Mekkah dan Madinah tetap tertutup untuk non-Muslim.
Tag
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo