Suara.com - Seorang mahasiswa arsitektur berhasil membangun Disneyland pribadi di halaman rumahnya sembari mengisi waktu luang saat karantina Covid-19.
Menyadur The Sun Kamis (19/11), pria bernama Sean LaRochelle ini menghabiskan waktu sepanjang musim panas untuk mendesain dan membangun rollercoaster seperti di wahana Disneyland.
Dibantu saudaranya yang pandai matematika, Sean berhasil menyulap halaman rumahnya seperti wahana bermain anak-anak dengan miniatur Matterhorn.
Karantina Covid-19 membuatnya kreatif, bahkan ia melengkapi wahananya dengan Yeti tiruan seperti yang ada di Disneyland.
"Saya selalu ingin membuat wahana dan wahana Disney selalu spesial bagi saya karena memiliki tema, menceritakan kisah yang unik."
"[Orang-orang] berbicara tentang semua hal negatif dari Covid-19, tetapi salah satu manfaat Covid-19 adalah memiliki dan menyadari, apa yang dapat saya lakukan selama ini?"
Lebih lanjut Sean menceritakan bahwa miniatur Matterhorn ini memiliki dua lantai dan saudaranya yang jenius membantunya mewujudkan cita-cita "membawa Disneyland ke rumah."
"Bagi saya yang tumbuh dewasa, Disney adalah bagian besar dari itu dan jadi saya pasti ingin membawanya ke keluarga saya."
Disneyland California ditutup pada bulan Maret, tanpa kepastian kapan tanggal pembukaan kembali karena pandemi virus corona yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Siap-siap, Disneyland Hong Kong Akan Kembali Dibuka Pekan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend