Suara.com - Seorang warganet meminta izin kepada PT KAI menggunakan stop kontak yang ada di dalam kereta untuk memasak nasi menggunakan rice cooker. Alasannya karena ia ingin hemat lantaran melakukan perjalanan jarak jauh.
Akun Twitter @txtfrombrand mengunggah foto tangkapan layar percakapan seorang warganet dengan akun @partokleo dengan admin KAI lewat Twitter.
Awalnya, warganet itu menyampaikan permintaan izin untuk menggunakan stop kontak yang disediakan KAI di setiap tempat duduk di dalam kereta.
"Siang admin @kai121 mau tanya dong, ini kan di kereta ada colokan listrik, boleh enggak kalau aku bawa rice cooker buat masak nasi? Soalnya perjalanan jauh pengen hemat," kata warganet itu seperti dikutip Suara.com, Sabtu (21/11/2020).
Cuitan warganet itu langsung dibalas oleh admin KAI. Sang admin menyampaikan permohonan maaf karena stop kontak tersebut hanya diperuntukkan untuk elektronik seperti handphone atau laptop.
"Selamat siang, mohon maaf tidak bisa, stop kontak tersebut hanya diperuntukkan untuk barang elektronik seperti charge handphone dan laptop. Trims," jawab admin KAI.
Cuitan tersebut langsung ramai dikomentari oleh warganet. Bahkan, ada warganet lain yang meminta izin untuk membawa televisi ke dalam kereta.
"Kalau bawa tv boleh enggak?" tanya warganet @threea_diwords.
Pertanyaan warganet tersebut juga langsung dibalas oleh admin KAI. KAI mengizinkan penumpang membawa televisi ke dalam kereta dengan persyaratan khusus.
Baca Juga: Viral Warga Temukan Uang Tercecer di Saluran Irigasi, Jumlahnya Rp 23 Juta!
"Selamat sore, penumpang diperbolehkan membawa telebisi ke dalam KA, namun yang diizinkan TV tabung maksimum 17 inch atau TV flat (LED/LCD) maksimum 24 inch," balas admin KAI.
Tak hanya itu, ada pula warganet lain yang mengaku melihat seorang penumpang benar-benar membawa televisi dan pengeras suara ke dalam kereta.
Penumpang itu asyik menonton tayangan tevelisi dari dalam kereta selama perjalanan.
"Matarmaja Jakarta-Malang, bapak ibu depan saya bawa TV sama speaker," ungkap @tsaradiary.
Cuitan tersebut viral di media sosial. Beragam komentar kocak langsung membanjiri kolom komentar si warganet tersebut.
"Bisa kamu bawa kulkas sekalian, TV juga bisa biar enggak ketinggalan sinetron," ungkap @kintherjoy.
"Kita bawa teko listrik aja yuk biar bisa seduh kopi," tutur @megafaf_.
"Kalau buat nyatok bisa enggak min?" ujar @noirpetal.
"Bawa setrika sekalian buka laundry," tutur @fajarmu81.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!