Suara.com - Publik tengah digemparkan oleh seorang pemuda di Bogor yang menyebut Brimob adalah kacung Cina.
Pemuda berinisial AJ itu awalnya meninggalkan komentar dalam unggahan akun Instagram Brimob tentang aparat yang sedang menurunkan baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
Kendati komentar telah dihapus, warganet lain ternyata sudah menyimpan jejak digitalnya. Salah satunya akun Instagram @jokersupriadi yang kemudian membagikan foto tangkapan layar memperlihatkan komentar AJ pedas AJ itu.
"GADA KERJAAN APA YAA BRIMOB KERJAANYA NGANCURIN BALIHOO. HADUH SUSAH SIH KACUNG CHINA MAH HAHA. K*N**L," kata dia.
Selain itu, akun Instagram @jokersupriadi juga menyertakan foto saat AJ telah diciduk oleh polisi.
Pemuda yang berasal dari Bogor tersebut kini sudah meminta maaf dan memberikan klarifikasi.
Akun Instagram Brimob membagikan video pemuda yang kini tengah ditindaklanjuti aparat ini.
Dalam video itu, AJ mengaku menyesal dan meminta maaf sebesar-besarnya atas tindakan yang telah dilakukanannya.
Dengan raut muka tegang, AJ berbicara di depan kamera yang diduga dipegang oleh salah seorang aparat.
Baca Juga: Sejoli Terciduk Mesra-mesraan saat Kelas Online, Panik Lupa Matikan Kamera
"Minta maaf cepat yang keras," pinta orang yang diduga aparat itu.
"Assalamualaikum Wr. Wb. Saya dengan Albian yang mempunyai akun Instagram @albian31. Jujur saya yang mengatakan kata kotor kepada Brimob. Saya meminta maaf sebesar-besarnya," ujar AJ dengan memperlihatkan KTP-nya.
"Menyesali gak?" timpal si perekam video.
"Saya sangat menyesal. Sangat menyesal," jawabnya.
Kemudian, si perekam video tampak seolah naik pitam dengan AJ.
"Kau lihat kami ini apa? Kau hina pula kami orang Cina. Indonesia itu negara kesatuan, pancasila, jadi satu kita ni. Kau hina lagi semua orang Cina. Kau bilang kami ini kacung apa kek, mana ada. Gak tau kau," kata si perekam video.
"Sekali lagi saya minta maaf pak. Saya sangat menyesal," tandasnya menjawab.
Video unggahan akun Instagram Brimob yang memperlihatkan klarifikasi pemuda bernama AJ itu sontak viral dan menyedot perhatian publik untuk ikut berkomentar.
"Kau kira brimob itu robot. Tolong proses hukum Pak," kata @k.dhio.
"Mantap ndan. Tolong jangan ada lagi materai 6.000, biar yang lain bisa mikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Langsung dikandangin ajatuh bang," timpal @siska******.
"Bagus itu biar gak sembarangan mulutnya dan juga pelajaran buat yang lainnya," balas @milla*****.
Lihat videonya DI SINI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius