Suara.com - Dua minggu mendatang, Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak. Pilkada dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.
Karena sangat rawan terjadi penyebaran virus Covid-19, semua pihak diminta untuk tetap mengutamakan pencegahan.
Para penyelenggara pilkada, seperti KPUD, badan pengawas pemilu daerah ataupun tim sukses claon harus membantu mencegah penularan Covid-19. Caranya dengan tidak mengundang kerumunan dan menjadi contoh bagi para pemilihnya.
"Pastikan tidak terjadi penumpukan dan kerumunan di TPS (tempat pemungutan suara). Bagi masyarakat, mohon perhatikan jarak aman saat mengantri di dalam dan di luar TPS," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Masyarakat diminta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Dalam menyalurkan suara, masyarakat harus tetap tertib dan mematuhi aturan yang diarahkan petugas.
Hal ini juga berlaku bagi para petugas penyelenggara pilkada yang berada di TPS-TPS kelak.
"Mari kita semarakkan pesta demokrasi ini dengan aman, serta tetap mengutamakan protokol kesehatan di setiap sendinya," kata Wiku.
Penambahan kasus positif harian harus jadi peringatan
Baca Juga: Pilkada Serentak di Banten akan Dikawal Ribuan Personel Gabungan TNI-Polri
Dari perkembangan data terkini, jumlah kasus aktif di Indonesia per 26 November 2020 berada di angka 66.752 kasus atau 12,9 persen.
Angka ini masih lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,43 persen. Jumlah kasus sembuh kumulatif sebanyak 433.649 atau 83,9 persen dibandingkan rata-rata dunia 69,22 persen. Untuk jumlah pasien meninggal kumulatif 16.352 kasus atau 3,2 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,35 persen.
Sedangkan penambahan kasus positif hari ini sebanyak 4.917 kasus. Wiku menegaskan bahwa penambahan kasus positif harian sudah lebih dari 5.000 kasus selama 3 hari berturut-turut.
Bahkan dalam seminggu terakhir, penambahan kasus positif harian tidak pernah dibawah 4.000 kasus.
"Ini harus menjadi alarm (peringatan) bagi kita semua. Kasus positif dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencegah penularan," kata Wiku.
Penambahan kasus positif yang sangat tinggi, menurut Wiku, karena masih adanya penularan yang terjadi di masyarakat. Karenanya, ia meminta dengan sangat kepada masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Tag
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan