Suara.com - Relawan Jokowi yang tergabung dalam Barisan Relawan Nusantara disingkat Baranusa, meminta pihak kepolisian menindak tegas para pembuat onar di media sosial (medsos).
Uniknya dari sekian banyak nama yang mereka catat, rata-rata akun medsos berpihak pada pemerintahan Joko Widodo salah satunya adalah Denny Siregar.
Disadur dari hops.id -- jaringan Suara.com, Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan mendesak polisi agar segera menutup akun media sosial Denny Siregar, Abu Janda, serta laman seword.com milik Alifurrahman.
Selain itu, Relawan Jokowi juga meminta pihak yang sama untuk menindak tegas Nikita Mirzani yang dinilai telah meresahkan publik.
“Menindak tegas ujaran kebencian yang dilakukan artis Nikita Mirzani serta menutup akun-akun media sosial seperti milik Denny Siregar, Abu Janda, serta website milik Alifurrahman bernama seword.com dan lain-lain, demi menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia,” papar Adi, Rabu (02/12/2020).
Dia menyebut, para buzzer tersebut sengaja menciptakan beragam narasi perpecahan dengan selalu mengembangkan politik identitas.
Akibatnya, kerukunan di tengah-tengah masyarakat menjadi terganggu dan berpotensi terjadi adu domba.
“Mereka itu selalu menebar kebencian dan terus menggunakan politik identitas yang dikhawatirkan akan berpotensi menciptakan perang saudara di republik ini. Sebab itu, kami meminta agar akun-akun milik mereka ditutup secara permanen,” imbuhnya.
Adi menilai, Denny Siregar dan yang lainnya, yang dia sebut sebagai buzzer, sejatinya berbahaya untuk kemajemukan bangsa.
Baca Juga: Batasi Pengguna Medsos Minimal 17 Tahun, PSI: Kominfo Jangan Lebay
Ia juga menduga aksi teror serta pembunuhan sadis di Dusun Lewonu, Sulawesi Tengah merupakan dampak dari narasi politik identitas yang selalu dimainkan buzzer.
“Sadar tidak sadar, suka tidak suka, apa yang dilakukan Nikita Mirzani, Denny Siregar, Ade Armando, Abu Janda dkk itulah yang memicu perang antarsaudara itu terjadi. Harusnya mereka yang dikecam terkait aksi sadis terorisme yang terjadi di Sigi,” katanya.
Bukan hanya buzzer yang pro pemerintah, mereka yang pro dari kubu oposisi juga menjadi sorotan Adi. Buzzer dari dua kubu itu dinilai sangat berbahaya.
Sebab dengan kehadiran mereka, lanjut Adi, kerukunan antar umat beragama menjadi terganggu.
Masyarakat dinilai telah kesulitan menghargai perbedaan seperti masa-masa sebelumnya.
“Mereka tak sadar, apa yang mereka lakukan itu bisa memicu perang saudara antara umat beragama. Dan hari ini sudah terjadi di Sigi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang
-
Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?
-
Reaksi Relawan Jokowi Soal Putusan Sela Dokter Tifa: Jangan Terkecoh, Ini Bukan Bebas Murni
-
Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
TPA Dengung Lebak Banten Terbakar
-
Prabowo Buka Sinyal Destry Jadi Gubernur BI Definitif: "Kayaknya Gimana? Oke Nggak?"
-
PWI Protes Ucapan 'Sirkus' Deddy Sitorus, Dinilai Berpotensi Merendahkan Wartawan
-
Lolos ke Semifinal, Persebaya Fokus Pulihkan Kondisi Pemain Jelang Laga Berikutnya
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
-
Parole Examiner Lee: Membongkar Wajah Gelap Kekuasaan di Balik Sistem Hukum
-
Staf Terjerat Kasus Bupati Pemalang, KPK Perketat Akses Dokumen dan Terapkan Jejak Digital
-
Bantah Hina Wartawan, Begini Klarifikasi Deddy Sitorus Soal Ucapan 'Sirkus' di Ruang Rapat
-
Tinggalkan Bogor Usai Gelombang Geseran Kejagung, Denny Achmad Kini Jadi Asintel Kejati Jakarta