Suara.com - Mantan perdana menteri Lebanon dan tiga jajarannya didakwa sehubungan dengan insiden ledakan di Kota Beirut yang menewaskan lebih dari 200 orang dan merusak jantung kota.
Menyadur The Guardian, Jumat (11/12/2020) Perdana Menteri sementara, Hassan Diab, dan mantan menteri Ali Hassan Khalil, Ghazi Zaiter dan Youssef Fenianos dituduh gagal menanggapi peringatan menjelang bencana bahwa 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di pelabuhan menimbulkan bahaya besar bagi penduduk.
Hingga kini 30 pejabat pelabuhan telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan, yang diluncurkan di tengah kemarahan publik terhadap para politisi Lebanon.
Hasan Diab, yang menjadi perdana menteri selama 10 bulan ketika ledakan itu terjadi mengatakan bahwa hati nuraninya bersih.
"Dia yakin bahwa tangannya bersih dan bahwa dia telah menangani file ledakan pelabuhan Beirut secara bertanggung jawab dan transparan." jelas perwakilan kantornya.
Jaksa Penyidik Fadi Sawan mengatakan akan menginterogasi Diab pekan depan. Tidak jelas apakah yang terakhir akan diadakan di pengadilan.
Perwakilan dari dua menteri yang didakwa mengindikasikan bahwa mereka dapat menggunakan kekebalan parlemen untuk menghindari pengawasan yudisial. Dua dari mereka yang didakwa berasal dari blok politik Ketua Parlemen Lebanon yang berkuasa.
Seorang pemimpin Lebanon yang diperiksa dalam peradilan akan menjadi yang pertama di Lebanon. Masih belum jelas apakah pasukan keamanan lokal akan siap membawa pejabat senior ke peradilan, jika mereka menolak untuk hadir secara sukarela.
Sumber hukum senior mengatakan Jaksa Fadi Sawan telah meminta dukungan parlemen untuk mengajukan dakwaan, tetapi tidak mendapat tanggapan. Pada hari Rabu, dia mendekati presiden Lebanon, Michel Aoun, yang menyetujui langkah yang diusulkannya.
Baca Juga: Perjuangan Pria Penolak Jabat Tangan Wanita Buat Dapat Paspor, Tapi Gagal
Diab adalah satu-satunya dari empat perdana menteri yang menjabat sejak bahan kimia tersebut tiba di Beirut pada akhir 2013 yang didakwa sehubungan dengan itu.
Bahan kimia tersebut disita dari kapal barang Rusia, yang berhenti tidak terjadwal di Beirut saat dalam perjalanan ke Mozambik. Keadaan penyitaan dan siapa yang menjadi penerima manfaat adalah inti dari penyelidikan, yang sejauh ini dilakukan secara rahasia.
Ledakan itu terjadi akibat adanya percikan api dari proses pengelasan pintu gudang yang rusak. Gudang tersebut, yang dikenal sebagai hanggar 12, digunakan untuk menyimpan material berbahaya dan mudah terbakar yang disita dari kapal kargo.
Kekuatan ledakan besar menghancurkan setengah pelabuhan dan menyebabkan kerusakan besar di bagian timur kota dan distrik pusat kota.
Ada seruan berulang kali untuk penyelidikan internasional atas penyebab ledakan dan keputusan politik yang dibuat pada tahun-tahun sebelum ledakan itu terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh
-
Bicara Progres Penanganan Bencana, Ini Ultimatum Prabowo ke Pelanggar Hukum
-
Duduk Bareng Warga Batang Toru di Malam Tahun Baru, Prabowo Pesan 'Tidak Boleh Merusak Alam'
-
Kado Kemanusiaan dari Bundaran HI: Warga Jakarta Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra
-
Wali Kota Hasto Pasang Target Jam 2 Dini Hari Sampah Malam Tahun Baru di Kota Jogja Sudah Bersih
-
Bundaran HI Jadi Lautan Manusia, Pesta Kembang Api Tetap Hiasi Langit Penghujung Tahun Ibu Kota
-
Polisi Berkuda Polri Jaga Monas di Malam Tahun Baru, Warga Antusias hingga Antre Foto
-
Ogah Terjebak Macet, Wali Kota Jogja Pilih Naik Motor Pantau Keramaian Malam Tahun Baru
-
Malam Tahun Baru di Bundaran HI Dijaga Ketat, 10 K-9 Diterjunkan Amankan Keramaian