News / Nasional
Sabtu, 12 Desember 2020 | 10:21 WIB
Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

Suara.com - Pengacara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro memastikan jika kliennya hadir di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020) hari ini.

Nantinya, Rizieq akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Kepastian itu Sugito dapatkan seusai menerima konfirmasi pada Jumat (11/12/2020) malam. Pihak kuasa hukum pun telah berkoordinasi dengan Rizieq terkait agenda pemeriksaan hari ini.

"Jadi begini semalam saya pukul 19.00 WIB ke Megamendung sudah confirm beliau akan datang dan kami sudah koordinasi dengan beliau inshaalah tidak ada masalah dengan hal ini," kata Sugito di Mapolda Metro Jaya.

Sugito menerangkan, sedianya Rizieq akan mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (14/12/2020). Hanya saja, Rizieq meminta untuk berkoordinasi dengan penyidik guna mempercepat proses pemeriksaan terkait kasus ini.

"Tapi HRS bilang tidak usah menunggu terlalu lama biar tidak jadi simpang siur nanti beritanya nggak jelas. Jadi seharusnya Senin," sambungnya.

Sugito menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya. Kata dia, hari ini Rizieq direncanakan akan diperiksa tersait kasus tersebut.

"Nanti akan kami koordinasi dengan penyidik karena penyidik hari ini full untuk pemeriksaan Habib Rizieq," beber Sugito.

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Habib Rizieq tersangka dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Baca Juga: Gus Sahal: Propaganda Munarman FPI Sesat dan Penuh Kebohongan

Selain itu, ada lima orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol di hajatan Habib Rizieq.

Lima tersangka lainnya adalah Ketua Panitia Akad Nikah, HU; Sekretaris Panitia Akad Nikah, A; Penanggungjawab bidang Keamanan, MS; Penanggung Jawab Acara Akad Nikah SL; dan Kepala Seksi Acara Akad Nikah, HI.

Yusri menjelaskan Rizieq dijerat Pasal 160 dan 216 KUHP. Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuang Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara.

Sedangkan, Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang. Ancamannya, pidana penjara empat bulan dua minggu.

Sementara lima tersangka lainnya dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ancamannya, kurungan satu tahun atau denda Rp 100 juta.

Load More