Suara.com - Seorang ibu muda berinisial H (24) harus meninggal dunia. Diduga dia ditolak sejumlah rumah sakit ketika akan melahirkan pada Rabu (9/12/2020).
Perempuan asal Desa Bontomanai, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan disinyalir ditolak lima rumah sakit di Makassar karena tidak melampirkan hasil rapid test.
Berita ini pun tersebar dibeberapa media sosial, salah satunya akun @infograam. Akun ini memaparkan rumah sakit yang dimaksud adalah RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia. Sesampainya di RSUP Wahidin, H (24) sudah tidak kuat hingga akhirnya meninggal dunia bersama anak yang dikandungnya.
H (24) langsung dipulangkan ke Bulukumba pukul 22.23 WITA oleh keluarganya.
“Pukul 17.28 WITA ke RS Labuang Baji tapi ditolak karena tidak ada hasil rapid test. Pukul 18.22 WITA di RS Kartini, tidak ada ICU. Pukul 19.00 Wita di RS Ananda, ruang ICU sedang disterilkan,” keterangan Faisal Ahmad rekan almarhum di unggahan @infograam.
Diketahui ibu dari pasien menjelaskan bahwa anaknya sempat kejang sebelum melahirkan dan dibawa ke RS Labuang Baji Makassar tapi pihak tersebut malah menolak.
Ibunya pun merasa kecewa dengan sikap rumah sakit yang berujung meninggalnya H (24).
Dikonfirmasi oleh RS Labuang Baji, pihaknya menjelaskan keadaan fasilitas tidak memadai sehingga pasien harus diarahkan ke rumah sakit terdekat lainnya.
Keluarga pasien pun mengerti dan menerima agar H (24) dirujuk ke tempat lain. Tapi, pasien sudah tidak kuat dan meninggal dunia.
Baca Juga: Heboh Ibu Hamil Melahirkan Darurat di Pasar Pabean Dibantu Bidan Istri TNI
Hingga saat ini belum ada berita lebih lanjut mengenai perkembangan peristwia yang menimpa pasien H (24)
Unggahan berita ini pun lantas membuat warganet berkomentar miris di akun @infograam.
"Astaghfirullah kejam itu, semoga husnul khotimah ya Allah," tulis akun @javaayu.
"Sama banget nih, adek saya mau melahirkan, sudah mules-mules parah tapi ditolak empat RS karena hasil rapid reaktif dan disuruh swab dulu. Kalau ada yang bisa bantu buat swab detik ini juga pasti langsung swab. Sampai sekarang masih mutar aja nyari RS yang mau nolong buat melahirkan," curhat akun @enggardharadareldevan.
"Jahat dan miris banget lihatnya," tutur akun @intan16yuki.
Tag
Berita Terkait
-
Ibu Melahirkan Disuruh Menunggu Sejam di Ambulans, Keluarga Ngamuk
-
Baru Melahirkan, Wanita di Karangasem Positif Corona
-
Bayi Lahir di Tengah Pasar Pabean Sungsang, Kakinya Dulu yang Keluar
-
Heboh Ibu Hamil Melahirkan Darurat di Pasar Pabean Dibantu Bidan Istri TNI
-
Kabar Baik, Ibu Melahirkan Kecil Risikonya Tularkan Corona ke Bayi
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan