Suara.com - Rekonstruksi penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) telah dilakukan pada Senin (14/12/2020). Rekonstruksi itu malah menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak.
Salah satunya, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun. Dia menilai ada kejanggalan rekonstruksi penembakan FPI. Dia membacakan keterangan rekonstruksi penembakan tersebut menurut FPI dan Polda Metro Jaya.
Hal itu terlihat dalam video berjudul 'Mengapa Keterangan Polisi Berubah-ubah!!'. Video tersebut diunggah melalui kanal Youtube Refly Harun pada Selasa (15/12/2020).
Setelah membaca keterangan rekonstruksi dari berbagai pihak. Dia menyebutkan FPI dan Komnas HAM tidak begitu nyaman dengan informasi yang disampaikan Polda Metro Jaya.
"Jadi kalau kita lihat secara eksplisit, mereka sebenarnya tidak begitu nyaman, tidak begitu oke dengan informasi yang disampaikan oleh pihak Polda Metro Jaya," ujar Refly Harun, dikutip Suara.com.
"Dan juga dalam rekonstruksi yang diadakan Senin kemarin," lanjutnya.
Dia menyebutkan, apabila keterangan dari FPI, Komnas HAM, dan polri direkayasa, akan membahayakan banyak orang. Sebab, nantinya akan melibatkan semakin banyak orang.
Di akhir video tersebut, Refly berharap agar kasus ini dapat diungkap. Selain itu, dia berharap agar Presiden Joko Widodo menyadari hal bisa merusak tatanan dan institusi jika dibiarkan.
"Mudah-mudahan Presiden Jokowi menyadari bahwa ini adalah masalah gawat. Kalau dibiarkan bisa merusak tatanan, bisa merusak institusi, bisa terjadi pembelahan masyarakat," ujar Refly Harun.
Baca Juga: Refly Harun Pertanyakan Apa Tujuan Polisi Menguntit Habib Rizieq
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Karawang menggelar rekonstruksi di empat titik terkait bentrok polisi vs laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, di empat Tempat Kejadian Perkara (TKP), setidaknya digelar 58 adegan rekonstruksi yang memperlihatkan bagaimana awal mula penyerangan laskar FPI hingga polisi melakukan tindakan tegas terukur.
Rekonstruksi ini diikuti oleh 214 personel kepolisian yang dimulai sejak pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB. "Dalam proses rekonstruksi malam ini setidaknya ada 58 adegan rekonstruksi," kata Argo di Tol Japek KM 51, Senin (14/12/2020) dini hari.
Argo merincikan, pada TKP I tepatnya di depan Hotel Novotel, Jalan Karawang Internasional, setidaknya ada sembilan adegan.
Sementara lokasi II yakni, selepas bundaran Jalan Karawang Internasional hingga Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek ke Rest Area KM 50 ada empat adegan.
Sedangkan di Rest Area KM 50 yang menjadi TKP ketiga penyidik melakukan adegan rekonstruksi sebanyak 31. TKP terakhir yakni, Tol Japek selepas Rest Area KM 50 hingga KM 51 200, penyidik memperagakan 14 adegan.
Menurut Argo, rekonstruksi yang digelar secara transparan ke masyarakat ini setidaknya menghadirkan saksi sebanyak 28 orang. Bahkan, empat di antaranya merupakan polisi yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut.
"Jumlah saksi yang dihadirkan malam ini ada 28 orang. Saksi korban ada empat," sebut Argo.
Adapun barang bukti yang dibawa pada rekonstruksi, di antaranya dua unit mobil anggota, satu unit mobil tersangka, enam pasang pakaian tersangka, senjata tajam dan dua senjata api rakitan peluru 9 MM.
Berita Terkait
-
Geruduk Polsek-polsek di Palembang, FPI: Bukan Kami, Tapi Pendukung Habib
-
Soal Julukan Habib Rizieq, Nikita Mirzani: Gue Islam, Dia Bukan Imam Gue!
-
Di Palembang, Pendukung Rizieq Shihab Juga Datangi Polsek-Polsek
-
Masih Diperiksa, Ketum FPI dan Panglima Laskar Dicecar 60 Lebih Pertanyaan
-
Refly Harun Pertanyakan Apa Tujuan Polisi Menguntit Habib Rizieq
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!