Suara.com - Sebuah warung es degan mencuri perhatian publik lantaran ditandai dalam Google Maps di sebuah pulau terpencil di Islandia.
Keanehan warung es degan tersebut diungkap oleh akun Twitter @anggaschr. Ia mengunggah penampakan Google Maps lokasi es degan milik Mas Yono yang ditandai di Islandia.
"Mas Yono kenapa jualan degan di situ?" kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Minggu (20/12/2020).
Dalam foto itu, tampak sebuah pulau terpencil di tengah lautan. Menariknya, ada tanda warung bernama 'Es Degan Mas Yono' yang berada di atas pulau terpencil itu.
Penampakan es degan di Google Maps itu langsung mencuri perhatian publik.
Beragam komentar kocak membanjiri kolom komentar cuitan tersebut.
Tak sedikit pula warganet yang memberikan ulasan kocak di warung es degan mas Yono di Islandia tersebut melalui akun Google.
"Mas Yono go internasional," kata @beaubymee.
"Setelah ku lihat enggak ada pohon kelapa, terus kulakan degannya dari mana?" uja @endaahsetiawati.
Baca Juga: Viral Bocah Diinterogasi Polisi, Bukannya Takut Malah Beri Jawaban Menohok
"Berapa kali puasa, berapa kali lebaran enggak balik nih bang Yono," ungkap @ghapoukbalcazar_.
"Jalan kaki 127 hari sampai di sana capek tapi bisa beli es degan," tutur @febrianbc.
Cara Menandai Rumah di Google Maps
Aplikasi Google Maps memiliki sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya.
Salah satunya fitur menandai di Google Maps yang bisa digunakan untuk menandai tempat tertentu agar mudah didatangi di kemudian hari.
Meski begitu, fitur menandai di Google Maps ini terbatas bagi setiap penggunanya. Tapi, keuntungan lainnya Anda bisa menandai tempat-tempat favorit Anda secara gratis. Berikut ini langkah-langkah menandai rumah di Google Maps.
- Buka aplikasi Google Maps.
- Klik opsi 'Menu' yang memiliki ikon berbentuk garis tiga secara vertikal yang berada di sudut kiri atas.
- Selanjutnya, klik opsi 'Your Place'.
- Kemudian, klik 'Maps Tab'.
- Lalu, klik opsi 'Create Map Button' untuk menandai lokasi rumah Anda.
- Setelah diarahkan ke halaman pembuatan peta, klik ikon 'menandai lokasi' atau marker.
- Sesuaikan titik lokasi dengan alamat rumah Anda lalu klik titik lokasi.
- Setelah memberikan penanda atau marker, selanjutnya pada layar akan tampil sebuah kotak bisa Anda isi deskripsi berupa nama tempat dan hal-hal lainnya agar memudahkan orang menuju ke alamat rumah Anda.
- Jika Anda ingin menambahkan lokasi lainnya, maka ulangi lagi cara di atas.
- Setelah selesai menandai, Anda akan diarahkan ke 3 panah. Ikuti panah pertama untuk memberi nama pada alamat Anda. Kemudian, panah kedua untuk memberi nama pada layer dan panah ketiga jika Anda ingin membagikan alamat rumah Anda yang sudah ditandai di Google Maps ke orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?