Suara.com - Anggota DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera mengungkap ada tiga persoalan besar yang dialami pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19. Persoalan tersebut membuat penanganan Covid-19 menjadi terganggu.
Hal itu diungkapkan oleh Mardani melalui akun Twitter miliknya @mardanialisera.
Menurut Mardani, sinergi antar stakeholders masih sangat minim hingga membuat publik kebingungan di tengah pandemi Covid-19.
"Data yang kurang akurat, lambannya birokrasi yang tumpang tindih sampai prosedur yang tidak efisien saat menangani pandemi Covid-19 masih jadi persoalan besar," kata Mardani seperti dikutip Suara.com, Selasa (22/12/2020).
Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini sudah menembus nyaris 700 ribu kasus. Meski demikian, belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 akan mengalami penurunan.
Pemerintah juga justru masih meributkan skala prioritas antara sektor kesehatan atau ekonomi yang harus digenjot terlebih dahulu.
Mardani meminta agar pemerintah tak menyepelekan persoalan perut rakyat. Ia mengusulkan agar program Operasi Makan Gratis seperti yang dilakukan ACT bisa terus digalakkan.
Ia juga mengusulkan agar riset dan inovasi anak negeri dapat diprioritaskan untuk menghadirkan benih kemandirian di sektor farmasi.
"Kekuatan riset dan inovasi anak negeri patut diprioritaskan," ungkapnya.
Baca Juga: Dear Kaum Rebahan, Inilah Bahaya Malas Gerak bagi Kesehatan
Mardani juga mengusulkan untuk melakukan investasi dalam mengembangkan industri alat kesehatan dan bahan baku obat dalam negeri.
Sebab, selama ini pemerintah justru banyak mengimpor alat kesehatan hingga bahan baku obat dari luar negeri mencapai 90 persen.
"Pemerintah seharusnya malu melihat fenomena ini karena telah terjadi selama bertahun-tahun," ucapnya.
Mardani meminta agar pemerintah melenyapkan ego di masing-masing sektoral. Pandemi Covid-19 membutuhkan kerjasama solid dari seluruh sektor yang ada.
"Kejadian luar biasa seperti pandemi butuh kerjasama dan orkestrasi kinerja yang luar biasa dari pemerintah pusat hingga ke daerah," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar