Suara.com - Sebuah perusahaan di Jepang mulai mengembangkan satelit yang terbuat dari kayu untuk mengurangi sampah di luar angkasa. Menyadur BBC Rabu (30/12), satelit kayu ini akan diluncurkan 2023.
Bekerja sama dengan Universitas Kyoto, perusahaan Sumitomo Forestry mengatakan telah memulai penelitian tentang pertumbuhan pohon dan penggunaan material kayu di luar angkasa.
Program ini akan memulai eksperimen mereka dengan memilah jenis-jenis kayu di lingkungan ekstrem bumi.
"Kami sangat prihatin dengan fakta bahwa semua satelit yang masuk kembali ke atmosfer bumi terbakar dan menciptakan partikel alumina kecil yang akan mengapung di atmosfer atas selama bertahun-tahun," kata Takao Doi, astronot yang kini menjadi profesor di Universitas Kyoto.
"Akhirnya itu akan mempengaruhi lingkungan bumi."
Dengan adanya satelit kayu, maka diharapkan materialnya terbakar tanpa melepaskan zat berbahaya ke atmosfer juga tidak menghujani bumi dengan puing-puing sampah.
Profesor Doi mengatakan tahap selanjutnya adalah pengembangan model rekayasa satelit yang selanjutnya akan dibuat model penerbangan. Sebagai astronot ia mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Maret 2008.
Selama misi itu, ia menjadi orang pertama yang melempar bumerang ke luar angkasa yang telah dirancang khusus untuk digunakan dalam microgravity.
Seiring dengan banyaknya pesawat luar angkasa dan satelit yang diluncurkan, sampah luar angkasa kerap jadi sorotan ahli karena berpotensi jatuh ke bumi.
Baca Juga: Berburu Gelombang Gravitasi, China Luncurkan Satelit Baru
Pakar dan peneliti luar angkasa telah menyelidiki berbagai pilihan untuk menghilangkan dan mengurangi sampah luar angkasa termasuk merancang satelit kayu.
Ada hampir 6.000 satelit yang mengelilingi Bumi, menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF). Sekitar 60% dari mereka sudah tidak berfungsi dan berubah jadi sampah luar angkasa.
Perusahaan riset Euroconsult memperkirakan 990 satelit akan diluncurkan setiap tahun pada dekade ini, yang berarti pada 2028, mungkin ada 15.000 satelit di orbit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
-
Viral Tumbler Tuku di Jagat Maya, Berapa Sebenarnya Harganya? Ini Daftar Lengkapnya
Terkini
-
Longsor Susulan di Silaiang Bawah, 1 Prajurit TNI AD Gugur dan 2 Hilang saat Evakuasi!
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
-
Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
Dongkrak Pengembangan UMKM, Kebijakan Memakai Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Apresiasi
-
Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan
-
Prabowo Murka Lihat Siswa Seberangi Sungai, Bentuk Satgas Darurat dan Colek Menkeu
-
Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Benarkah Pipa PAM Jaya Jadi Solusi?
-
Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?