-
Spekulasi mengenai kematian atau cedera Benjamin Netanyahu mulai ramai diperbincangkan di media Ibrani.
-
Absennya video terbaru dan pembatalan kunjungan pejabat AS menjadi indikator kuat adanya masalah.
-
Keamanan di rumah Netanyahu diperketat guna menghadapi ancaman serangan drone bunuh diri saat ini.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Tel Aviv mengenai ketidakpastian kondisi fisik pemimpin tertinggi pemerintahan Israel saat ini. Ada kemungkinan Benjamin Netanyahu meninggal dunia.
Situs Ibrani dari Kantor Berita Tasnim melaporkan adanya desas-desus yang berkembang terkait kemungkinan Benjamin Netanyahu mengalami cedera serius.
Bahkan muncul dugaan liar di tengah masyarakat dan media lokal mengenai potensi kematian sang Perdana Menteri tersebut.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang secara tegas membantah atau mengonfirmasi kebenaran kabar burung tersebut.
Ketegangan meningkat seiring dengan munculnya beberapa indikator janggal yang tertangkap oleh pengamat politik dan keamanan setempat.
"Situs web berbahasa Ibrani dari Kantor Berita Tasnim memperkirakan bahwa spekulasi semakin meningkat di sumber-sumber berbahasa Ibrani mengenai kemungkinan kematian atau cedera Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu," tulis Kantor Berita Tasnim.
Publik mulai menaruh kecurigaan karena sudah hampir tiga hari akun pribadi Netanyahu tidak mengunggah video terbaru.
Biasanya saluran komunikasi tersebut sangat aktif membagikan aktivitas harian sang pemimpin dalam bentuk visual maupun suara.
Foto-foto terbaru yang menunjukkan keberadaan fisiknya pun sudah tidak terlihat dalam kurun waktu empat hari terakhir ini.
Baca Juga: Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara
Kekosongan konten visual ini dianggap tidak lazim bagi seorang tokoh politik yang biasanya sangat rajin mendokumentasikan kegiatannya.
Akibatnya segala pernyataan yang keluar atas nama Netanyahu belakangan ini hanya berupa rilis naskah atau berbasis teks.
"Sudah hampir tiga hari sejak video terakhir Netanyahu diunggah di saluran pribadinya, dan hampir empat hari sejak gambar terakhirnya dipublikasikan. Setelah itu, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya berupa teks," tulis media itu lagi.
Sebelum periode hilangnya jejak visual ini, Netanyahu setidaknya merilis satu hingga tiga video pendek setiap harinya.
Konsistensi publikasi video tersebut telah menjadi standar komunikasi politiknya selama masa konflik yang terus berlangsung.
Ketiadaan rekaman video satu pun selama 72 jam terakhir justru memperkeruh suasana dan memperkuat dugaan adanya masalah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana