News / Internasional
Jum'at, 01 Januari 2021 | 14:36 WIB
Vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Seorang staf rumah sakit di pinggiran kota Milwaukee, Wisconsin dipecat karena dugaan sengaja merusak vaksin Covid-19 dengan cara mengeluarkannya dari kulkas selama dua malam.

Menyadur ABC News Jumat (01/01), staf yang diketahui sebagai apoteker ini juga ditangkap pihak berwenang karena melakukan sejumlah tindakan merugikan lainnya.

Polisi Grafton mengatakan apoteker di Advocate Aurora Health itu ditangkap karena membahayakan secara sembrono, memalsukan obat resep dan merusak properti secara kriminal dan semuanya merupakan tindak pidana.

Selain dipecat, polisi mengatakan dalam rilis berita bahwa dia kini di penjara meskipun apoteker yang tak disebutkan identitasnya itu belum didakwa secara resmi.

Hingga kini, motifnya belum diketahui namun detektif yakin ia berencana mengelabui pasien yang telah disuntik dengan vaksin rusak agar keliru mengira dirinya telah divaksin, padahal tidak.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Kepala Kelompok Medis Advocate Aurora Health Care, Jeff Bahr mengatakan bahwa apoteker sengaja mengeluarkan 57 botol berisi ratusan dosis vaksin Moderna dari lemari es di pusat medis Grafton.

Apoteker ini melakukan aksinya pada 24 Desember hingga 25 Desember dan mengembalikannya lalu meninggalkannya lagi pada malam tanggal 25 Desember hingga Sabtu.

Itu artinya vaksin yang diterima orang pada hari Sabtu semuanya tidak berguna, katanya. Jeff Bahr mengatakan botol-botol itu berisi dosis yang cukup untuk menginokulasi 570 orang.

Seorang teknisi apotek menemukan botol-botol itu di luar lemari es pada Sabtu pagi. Pelaku awalnya mengatakan mengeluarkan botol untuk memasukkan barang-barang lain di lemari es dan secara tidak sengaja lupa mengembalikannya.

Baca Juga: Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Corona, Walkot Airin: Bismillah Aja

Vaksin Moderna dapat bertahan selama 12 jam di luar lemari es, jadi para pekerja menggunakan vaksin untuk menginokulasi 57 orang sebelum membuang sisanya. Dosis yang dibuang bernilai hingga Rp 155 juta.

"Ini adalah situasi yang melibatkan aktor buruk, bukan proses yang buruk," jelas Bhar.

Load More