Suara.com - Politisi PKB Luqman Hakim kembali menenyentil Menteri Sosial Tri Rismaharini yang kini menjadi penanggung jawab alokasi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19.
Luqman Hakim mengatakan, pendistribusian dana BLT Covid-19 sejatinya merupakan salah satu tugas mulia yang diemban oleh Mensos Risma.
Oleh sebab itu, menurut Luqman Hakim, Mensos Risma harus memastikan BLT benar-benar sampai ke mereka yang membutuhkan, alias tidak salah sasaran.
"Ini tugas besar dan mulia Bu Risma, memastikan duit Bantuan Tunai sampai pada rakyat yang berhak, tanpa potongan dan tidak dikorupsi," kata Luqman Hakim pada Kamis (31/12/2020) seperti dikutip Suara.com.
Kemudian, Luqman Hakim mengungkit soal Mensos Risma yang melarang dana BLT untuk membeli rokok.
Kata Luqman Hakim, Mensos Risma tidak perlu fokus pada hal itu karena menurutnya rakyat sudah pintar dan tahu prioritas kebutuhannya sendiri.
"Fokuslah di soal ini, rakyat sudah tahu prioritas kebutuhan akan beli apa dengan Rp 300 ribu itu. Tidak usah pusing soal beli rokok. Rakyat tidak bodoh, Bu," tandasnya.
Dalam cuitannya, Luqman Hakim menanggapi artikel berita yang menyebut KPK meminta Mensos Risma memastikan agar BLT tidak dikorupsi.
Sebelumnya, Luqman Hakim juga mengomentari Mensos Risma terkait pernyataannya yang menyebut uang BLT tidak boleh untuk memberi rokok.
Baca Juga: Fadli Zon Sebut Risma Ambil Kerjaan Kadinsos Blusukan di Kolong Jembatan
Luqman mempertanyakan masalah Mensos Risma terhadap rokok. Padahal menurutnya membeli rokok bukanlah sebuah kesalahan.
"Ada apa bu, kok serius banget musuhi sama rokok? Berapa ratus triliun cukai rokok yang diterima negara setiap tahun? Berapa puluh juta rakyat terlibat dalam rantai industri rokok? Beli rokok di warung atau pasar, apa salahnya? Mikir to, Bu!" cuit Luqman Hakim, Kamis (31/12/2020).
Mensos Risma Mengingatkan Masyarakat Soal BLT Covid-19
Mensos Risma mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan dana BLT Covid-19 untuk membeli rokok.
"Tidak ada penggunaan untuk pembelian rokok," kata Risma, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Selain itu, Risma juga mengatakan akan memantau penggunaan uang BLT tersebut. Sebab menurutnya, BLT diberikan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik