Suara.com - Para perajin tahu dan tempe kompak melakukan mogok produksi lantaran naiknya harga kedelai impor.
Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menerangkan bahwa naiknya harga kedelai dunia tersebut dikarenakan melonjaknya permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat sebagai eksportir terbesar.
Tiongkok melakukan permintaan kedelai dua kali lipat dari 15 juta ton menjadi 30 juga ton pada Desember 2020. Permintaan tersebut mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan Amerika Serikat,
seperti di Los Angeles, Long Beach, dan Savannah yang juga berimbas kepada pasokan untuk negara importir termasuk Indonesia.
"Untuk itu perlu dilakukan antisipasi pasokan kedelai oleh para importir karena stok saat ini tidak dapat segera ditambah mengingat kondisi harga dunia dan pengapalan yang terbatas," kata Suhanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Suara.com, Senin (4/1/2021).
Kata Suhanto, penyesuaian harga yang dimaksud secara psikologis diperkirakan akan berdampak pada harga di tingkat importir pada Desember 2020 sampai beberapa bulan mendatang.
Lebih lanjut, Suhanto menerangkan bahwa harga kedelai dunia tercatat mencapai USD 12,95/bushels pada Desember 2020. Harga tersebut naik 9 persen dari bulan sebelumnya.
Bahkan berdasarkan data dari The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar USD 461/ton atau naik 6 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat USD 435/ton.
Suhanto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) untuk menyesuaikan harga tahu dan tempe dengan harga kedelai impor. Adapun harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp 9.000/kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500/kg pada Desember 2020 atau sekitar 3,33-5,56 persen.
"Kementerian Perdagangan terus mendukung industri tahu-tempe Indonesia. Dengan penyesuaian harga, diharapkan masyarakat akan tetap dapat mengonsumsi tahu dan tempe yang diproduksi oleh perajin."
Baca Juga: Tengku: Pengrajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Sabar, Mau Apalagi?
Aksi mogok produksi yang dilakukan perajin tahu dan tempe wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi berlangsung sejak Kamis (31/12/2020). Aksi yang dipicu naiknya harga kedelai, akan berakhir pada Minggu (3/1/2021).
Ketua Bidang Hukum Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia Fajri Safii dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2020) mengatakan aksi mogok produksi tersebut terpaksa dilakukan mengingat harga kedelai naik hingga 35 persen.
Menurut dia, saat ini lonjakan harga kedelai mencapai kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000. Sedangkan, harga kedelai pada bulan lalu, ungkapnya, hanya di kisaran Rp7.000 sampai Rp7.500.
"Kenaikan harga kedelai sebesar itu menyebabkan para pengrajin tahu mogok produksi karena tidak sanggup lagi membeli kedelai," kata Fajri Safii.
Tag
Berita Terkait
-
Ulasan Film Three Kingdoms: Starlit Heroes, Animasi Sejarah yang Memukau!
-
7 Animasi Nuansa Tiongkok yang Wajib Masuk Watchlist, Seru dan Penuh Makna!
-
5 Spot ala Tiongkok di Jakarta untuk Liburan Imlek
-
Jelang Imlek 2026, Stasiun Kereta Beijing Dipadati Penumpang Mudik
-
Mengenal Perbedaan Hanfu dan Cheongsam, Busana Tradisional Tiongkok
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
-
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah