Lifestyle / Female
Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:26 WIB
Hanfu dan Cheongsam (freepik)

Suara.com - Saat melihat film kolosal Tiongkok atau tren fashion bertema oriental di media sosial, Anda mungkin pernah menemukan dua jenis busana yang tampak mirip, yaitu hanfu dan cheongsam. Keduanya sama-sama berasal dari Tiongkok dan kerap diasosiasikan dengan budaya klasik.

Namun, banyak orang masih mengira hanfu dan cheongsam adalah pakaian yang sama, padahal keduanya memiliki sejarah, bentuk, dan filosofi yang sangat berbeda.

Artikel ini akan membahas secara lengkap beda hanfu dan cheongsam, mulai dari asal-usul, ciri khas desain, hingga makna budaya di baliknya, agar Anda tidak lagi tertukar saat melihat atau mengenakannya.

1. Apa Itu Hanfu?

Hanfu adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh etnis Han sejak ribuan tahun lalu. Busana ini sudah ada jauh sebelum era modern dan menjadi representasi kuat dari peradaban Tiongkok kuno.

Ciri Khas Hanfu

Beberapa karakteristik utama hanfu antara lain:

  • Potongan longgar dan mengalir, memberikan kesan anggun
  • Kerah menyilang (cross-collar), biasanya membentuk huruf Y
  • Diikat dengan pita atau sabuk, bukan kancing atau resleting
  • Lengan panjang dan lebar, mencerminkan estetika klasik

Hanfu tidak dirancang untuk menonjolkan lekuk tubuh. Sebaliknya, busana ini menekankan kesopanan, harmoni, dan keseimbangan, sejalan dengan nilai-nilai filosofis kuno seperti Konfusianisme dan Taoisme.

Fungsi Budaya Hanfu

Baca Juga: Review Film Dongji Rescue: Kisah Heroisme Lautan yang Menggetarkan

Pada masa lalu, hanfu dipakai dalam kehidupan sehari-hari, upacara adat, hingga acara kenegaraan. Saat ini, hanfu kembali populer sebagai simbol kebangkitan identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Model Cheongsam Kekinian. (Instagram)

2. Apa Itu Cheongsam?

Cheongsam, atau sering disebut qipao, adalah busana perempuan yang lebih modern dibandingkan hanfu. Pakaian ini mulai populer pada awal abad ke-20 dan berkembang pesat di era urban.

Ciri Khas Cheongsam

Cheongsam memiliki tampilan yang sangat berbeda, antara lain:

  • Potongan ramping dan pas di tubuh
  • Kerah tinggi dengan kancing khas
  • Belahan di sisi kiri dan/atau kanan
  • Panjang bervariasi, dari lutut hingga mata kaki

Berbeda dengan hanfu yang longgar, cheongsam justru menonjolkan siluet tubuh dan kesan elegan.

Fungsi Budaya Cheongsam

Cheongsam sering dikenakan pada acara formal seperti perayaan Imlek, pesta, atau pernikahan. Busana ini juga banyak digunakan dalam konteks modern, termasuk fashion show dan event internasional, karena tampilannya yang ikonik dan feminin.

Beda Hanfu dan Cheongsam Secara Utama

1. Asal Sejarah

  • Hanfu: Berasal dari Tiongkok kuno, digunakan selama ribuan tahun
  • Cheongsam: Muncul di era modern dan berkembang di lingkungan urban

2. Desain dan Potongan

  • Hanfu: Longgar, berlapis, dan mengalir
  • Cheongsam: Ramping, pas badan, dan struktural

3. Cara Memakai

  • Hanfu: Diikat dengan pita atau sabuk kain
  • Cheongsam: Menggunakan kancing, biasanya di bagian samping atau depan

4. Filosofi Busana

  • Hanfu: Menekankan kesopanan, harmoni, dan nilai spiritual
  • Cheongsam: Menonjolkan keanggunan, modernitas, dan keindahan bentuk tubuh

5. Konteks Penggunaan

  • Hanfu: Upacara budaya, festival tradisional, atau kegiatan komunitas
  • Cheongsam: Acara formal, perayaan, hingga fashion kontemporer

Mengapa Hanfu dan Cheongsam Sering Disalahartikan?

Kesalahpahaman ini muncul karena keduanya sama-sama berasal dari budaya Tiongkok dan sering muncul di media populer. Selain itu, kurangnya edukasi tentang sejarah busana tradisional membuat banyak orang menganggap semua pakaian klasik Tiongkok sebagai “cheongsam”, padahal hanfu memiliki akar budaya yang jauh lebih tua.

Perbedaan hanfu dan cheongsam terletak pada sejarah, desain, filosofi, dan fungsi budayanya. Hanfu merepresentasikan warisan Tiongkok kuno dengan potongan longgar dan nilai kesopanan, sementara cheongsam adalah simbol keanggunan modern dengan siluet ramping dan elegan.

Dengan memahami perbedaan ini, Anda tidak hanya lebih paham soal fashion tradisional, tetapi juga turut menghargai kekayaan budaya di balik setiap busana yang dikenakan.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More