Suara.com - Gelar Imam Besar yang disandang Rizieq Shihab hilang setelah Front Pembela Islam (FPI) resmi dibubarkan pemerintah. Tetapi gelar tersebut diperkirakan akan kembali dinobatkan kepada Rizieq apabila nama pengganti FPI diresmikan.
Kuasa hukum FPI Sugito Atmo Prawiro mengatakan hilangnya gelar Rizieq sebagai Imam Besar itu hanya sekedar urusan teknis. Hal tersebut lantaran organisasinya yang sudah bubar.
"Itu sekedar teknis saja," kata Sugito saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (5/1/2021).
Apabila nantinya eks FPI sudah menemukan dan meresmikan nama baru, maka gelar tersebut bisa saja diberikan kembali kepada Rizieq.
Mereka menganggap Rizieq menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ormas pengganti FPI.
"Nanti kalau misalnya frontnya sudah berubah dia akan tetap dari bagian yang tidak terpisahkan dari ormas baru setelah FPI dibubarkan," jelasnya.
"Insya allah (tetap jadi Imam Besar)," tambah dia.
Sebelumnya diberitakan, selain harus mendekam di penjara seusai resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan massa, gelar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang dimiliki Rizieq kini dicabut. Gelar Imam Besar itu dicabut setelah pemerintah resmi membubarkan FPI.
Aziz Yanuar, tim Hukum FPI mengatakan, status Imam Besar FPI yang disandang Rizieq itu kini ditiadakan setelah FPI dibubarkan karena dicap oleh pemerintah sebagai organisasi terlarang. Pasca dibubarkan, FPI berganti nama menjadi Front Pemersatu Islam (FPI). Nama ini berbeda dari nama yang digadang sebelumnya, yakni Front Persatuan Islam.
Baca Juga: Puluhan Juta Uang FPI Disebut Nyangkut di 2 Bank Syariah Ini
“Struktur Habib Rizieq belum tahu sebagai apa. Tidak ada Imam besar lagi nanti,” kata Aziz Yanuar seperti dikutip dari SuaraBogor.id, Selasa (5/1/2021).
Sejauh ini, sejumlah pihak masih terus melakukan pembahasan atas jabatan apa yang cocok diberikan pada Habib Rizieq di ormas baru ini. Lantaran Front Pemersatu Islam belum memutuskannya.
Berita Terkait
-
FPI Punya Saldo Rp 1,5 Miliar di BCA
-
Puluhan Juta Uang FPI Disebut Nyangkut di 2 Bank Syariah Ini
-
Bank Syariah Mandiri dan Muamalat Disebut Dalam Isu Blokir Rekening FPI
-
Bikin Kaget! Pengusaha Ini Minta FPI Jadi Partai, Kuasai Parlemen di 2024
-
Capai Miliaran Rupiah, FPI Sebut Nama-nama Bank dari Rekening yang Diblokir
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk