Suara.com - Warga desa bawa mayat ke bank agar bisa mencairkan biaya pemakaman. Menyadur Mint Kamis (07/01), peristiwa ini terjadi di negara bagian Bihar timur. Mayat bernama Mahesh Yadav ini dibawa oleh tetangganya agar segera dikremasi.
Mahesh Yadav adalah seorang buruh tani dan ia meninggal pada Selasa pagi setelah mengalami sakit berkepanjangan dan tak memiliki anggota keluarga.
Mayatnya ditemukan oleh tetangganya beberapa jam setelah ia menghembuskan nafas terakhir. Warga desa lantas memeriksa isi rumah Mahesh untuk mencari barang berharga agar bisa membuat upacara pemakaman.
Rupanya Mahesh yang meninggal saat umur 55 tahun ini memiliki tabungan dengan saldo USD 1.600 yang setara Rp 22 juta.
Tak mau menunda waktu, warga desa pergi menuju bank sambil membawa buku tabungan dan mayat Mahesh untuk mencairkan uang tersebut.
Polisi mengatakan mereka menolak untuk meninggalkan bank sebelum manajer cabang mencairkan uang yang akan dipakai untuk upacara pemakaman ini.
"Penduduk desa menuntut bank memberi mereka uang dari rekeningnya untuk kremasi atau mereka tidak akan mengkremasinya," kata polisi setempat Amrendar Kumar.
Bank akhirnya mencairkan dana yang mereka minta setelah mendapat intervensi dari kepolisian. Manajer cabang Canara Bank, Sanjeev Kumar mengatakan pemandangan itu menimbulkan kepanikan.
"Itu kasus pertama yang terjadi. Setelah lebih dari satu jam, saya memberi mereka uang (USD 135 atau sekitar Rp 1,9 juta) dan mereka akhirnya meninggalkan bank dengan mayat untuk kremasi."
Baca Juga: Serba Cepat, Proses Pemakaman Dua Jenazah Terduga Teroris di Sulsel
Tetangganya, Shakuntala Devi mengatakan Mahesh tak punya tanah dan tidak menerima dukungan apapun dari pemerintah.
"Tidak ada yang menjaganya meskipun dia telah sakit selama berbulan-bulan. Kami biasa menyediakan dia makanan yang dimasak dan hal-hal lain," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!