Suara.com - Jasa Raharja segera melakukan pendataan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Terkini, Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan, pendataan dilakukan guna memastikan langsung kesesuaian data berdasarkan data manifest.
"Tadi malam hari ini kami sudah siap melakukan pendataan dan survei ke rumah para korban untuk memastikan kebenaran," kata Budi di Posko Terpadu JICT 2, Minggu (10/1/2021).
Selain pendataan, pihaknya juga telah nenyiapkan santunan. Nantinya santunan baru akan diberikan seiring adanya data resmi dari pemerintah terkait korban.
"Dan juga pada saatnya kami akan segera memberikan santunan kepada keluarga korban. Dalam hal ini sudah dinyatakan resmi oleh pemerintah dan ini meupakan suatu khadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada anggota masyarakat yang menhalami musibah," ujar Budi menjelaskan.
Untuk diketahui, daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Sriwijaya Air jatuh bernomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak.
Dalam daftar penumpang tersebut terdapat 53 nama.
Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika dalam keterangannya mengatakan masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi kejadian ini.
“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ182 rute Jakarta - Pontianak,” kata Erika.
Sementara itu, berdasarkan manifest yang diterima Suara.com tertulis 53 nama orang yang diduga merupakan penumpang Sriwijaya Air SJ182. Bahkan ada nama pilot hingga kru pesawat juga.
Baca Juga: Sinyal Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh Terlacak
Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Sejumlah unggahan dari warganet yang memperlihatkan dugaan serpihan bagian pesawat atau debris pesawat yang diklaim berada di sekitar Pulau Seribu.
Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui kebenaran unggahan tersebut dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan membenarkan bahwa Pesawat Sriwijaya Air hilang kontak. Pesawat Sriwijaya Air hilang kontak yakni pesawat rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY 182.
Pesawat Sriwijaya Air hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2020).
“Telah terjadi ‘lost contact’ pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta - Pontianak dengan ‘call sign’ SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto dilansir dari Antara.
Berita Terkait
-
Sinyal Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh Terlacak
-
Basarnas Lakukan Tiga Metode Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
-
Proses Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
-
Mengharukan, Unggahan Terakhir dari Sriwijaya Air SJ 182 Sebelum Take-Off
-
Puluhan Relawan Penyelam Dikerahkan Cari Bangkai Sriwijaya Air Jatuh
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji