News / nasional
Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Menteri Sosial Tri Rismaharini berjalan menuju mobil usai mengunjungii KPK, di Jakarta, Senin (11/1/2021). [ANTARA FOTO/ Reno Esnir]

Suara.com - Suara Menteri Sosial Tri Rismaharini terdengar serak saat berbicara dalam agenda rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Rabu (13/1/2021).

Suara serak itu dikatakan Risma disebabkan seringnya ia marah-marah ketika bekerja.

Risma tidak menutupi kebiasaannya saat menjadi Wali Kota Surabaya yakni marah-marah saat bekerja. Kebiasaan tegas itu juga diterapkan olehnya saat menjabat sebagai Mensos menggantikan Juliari Batubara yang tersandung kasus suap bansos Covid-19.

"Saya setiap hari suara saya sampai habis ini teman-teman, mungkin kalau pengin nelan saya. Saya ditelan karena setiap hari saya marah jadi makanya suara saya habis," kata Risma.

Baca Juga: Korupsi Bansos COVID-19 Eks Mensos Juliari, KPK Geledah Rumah di Bekasi

"Suara saya habis bukan karena saya apa-apa tapi saya teriak terus tapi harus saya lakukan daripada ada (yang) dimarahi bapak, ibu (anggota dewan) di sini," tambahnya.

Bahkan ia sempat bercerita kalau tekanan darahnya mencapai 170 mmHg.

Saat itu Risma mengaku sampai merasakan panas di kepalanya. Tugas yang harus dijalankan Risma kali ini tentu berat lantaran harus mengurus beragam bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Meskipun masih baru, Risma sudah mulai mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung), Kepolisian, dan KPK untuk membantu tugasnya tersebut.

"Saya pun tidak bisa bergerak seenak saya karena itu nanti saya akan setiap kali jalan saya sudah buat surat ke Kejaksaan Agung, kepolisian, KPK untuk mengawal kami."

Baca Juga: BPKP Jadwalkan Gelar Perkara Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Makassar Besok

Komentar