Suara.com - Tim DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga Rabu (20/1/2021) terus melakukan identifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182. Takut timbulkan klaster covid selama bertugas, tim DVI melakukan identifikasi korban berkerja dengan sistem shift.
Hal itu disampaikan Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko. Menurutnya, situasi pandemi covid juga menjadi kendala proses identifikasi korban Sriwijaya Air.
Hery mengatakan, situasi pandemi covid memaksa tim bekerja tidak secara penuh. Pasalnya, orang yang melakukan identifikasi jenazah tidak memungkinkan untuk berkerumun.
"Kami melaksanakan sistem shift, sehingga dengan sistem shift tersebut setiap hari personel yang melakukan pemeriksaan itu relatif berganti. Karena apa? Pemeriksaan di kamar jenazah itu memerlukan waktu sehingga kami harus refreshing untuk timnya," kata Hery di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2021).
Alhasil, kata Hery, kekinian pihaknya bekerja hanya memanfaatkan 4 meja pemeriksaan dari 20 meja yang tersedia di kamar jenazah.
"Dan 20 meja kalau 1 tim itu ada 5, kalau 20 ada berapa. Kami tidak mau ada klaster di kamar jenazah. Kami juga melaksanakan 3 M," ungkapnya.
Lebih lanjut, para petugas DVI yang melakukan identifikasi korban diturunkan secara terbatas. Namun, ia mengklaim meski terbatas tim berkerja secara solid.
"Kami juga, kendala yang lain adalah kondisi yang ada di TKP sehingga body recovery akan terkendala di cuaca dan kami juga kendala juga kalau nantinya ditemukan dalam kondisi seperti itu. Jadi kami sangat tergantung dengan di TKP," tandasnya.
Sejauh ini RS Polri telah berhasil identifikasi korban sebanyak 40 korban. 27 diantaranya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca Juga: Basarnas: Belum Ada Info Korban Sriwijaya Air SJ-182 yang Hidup
Jatuh di Perairan Kepulauan Seribu
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu (9/1/2021).
Pesawat bernomor registrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 itu sempat hilang kontak setelah take off dari Bandara Sukarno Hatta pada pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB.
SJ-182 hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Berita Terkait
-
Tega, Maling Beraksi di Rumah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Kota Serang
-
Basarnas: Belum Ada Info Korban Sriwijaya Air SJ-182 yang Hidup
-
Siang, Jokowi Pantau Penyerahan Santunan 2 Korban Sriwijaya Air di JICT
-
Ilmuwan: Setengah Penderita Covid-19 Rentan dengan Varian Virus Afrika
-
Studi: Sebabkan Disfungsi Ereksi, Covid-19 Pengaruhi Kehidupan Seksual Pria
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua