Suara.com - Kepolisian Thailand menangkap kepala agen model anak setelah lebih dari 500.000 gambar tidak senonoh anak-anak ditemukan pada sejumlah perangkat keras komputer.
Danudetch "Nene" Saengkaew, 23, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak dan mengunduh foto pelecehan anak.
Pihak penyelidik mengatakan gambar-gambar itu ditemukan saat penggerebekan di Nene Modeling Agency, yang terletak di bagian utara ibu kota Bangkok.
Penggerebekan itu merupakan puncak dari operasi selama berbulan-bulan yang dimulai dengan informasi dari polisi Australia.
Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dan polisi Selandia Baru juga terlibat dalam penyelidikan itu, kata para pejabat, bersama dengan Operation Underground Railroad - sebuah kelompok nirlaba yang membantu pemerintah menyelamatkan korban perdagangan seks.
Menurut Bangkok Post, agensi Nene, di Provinsi Pathum Thani, adalah salah satu agensi model anak paling terkenal di Thailand.
Departemen Investigasi Khusus (DSI) Thailand mengatakan para korban termasuk anak-anak asal Thailand dan ribuan lainnya dari berbagai negara.
"Ini adalah industri pornografi anak dan kami bangga telah memecahkannya," kata Khemachart Prakyhongmanee, wakil direktur DSI, seperti dikutip oleh Channel News Asia (CNA).
Dia mengatakan dokumen-dokumen gambar yang disita dari Nene itu ditemukan diatur ke dalam berkas-berkas yang berbeda sesuai negara. Sejumlah pakaian kostum dan mainan anak-anak juga disita.
Baca Juga: Qanun Jinayat Bakal Direvisi, Hukuman Pelecehan Seksual Anak Diubah
Sebuah portofolio yang ditemukan oleh polisi saat penggerebekan tersebut mengklaim bahwa agensi itu telah bekerja dengan lebih dari 8.400 model dan aktor anak-anak sejak 2013, laporan CNA menambahkan.
Kolonel Polisi Korrawat Panprapakorn, direktur jenderal DSI, mengatakan kepada wartawan bahwa penggerebekan itu terjadi setahun setelah pihak berwenang Australia menghubungi mereka.
Sebuah investigasi, bernama Operation Casting Call, diluncurkan tetapi polisi hanya memiliki satu foto seorang anak saat memulai proses itu, kata Kolonel Korrawat.
Analisis telaten terhadap gambar tersebut berujung pada penangkapan pada Mei tahun lalu terhadap seorang pria yang diyakini telah mengambil gambar tersebut. Dia kemudian memberi polisi alamat Nene Modeling Agency, kata DSI.
Kolonel Korrawat mengatakan jumlah bukti yang ditemukan meyakinkan para penyelidik bahwa agensi tersebut "pasti berada di balik pelecehan ribuan anak".
Danudetch telah dituduh dengan mentransfer gambar pornografi ke dalam sistem komputer dan melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur, Bangkok Post melaporkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 18-23 Agustus 2026, Siap-siap Panen Hoki Sepekan
-
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
-
Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Ditutup Naik 2 Dolar AS
-
Bukan untuk Merayakan, Hari Ini BEM UI Demo di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan
-
Demo 18 Agustus 2026 di Mana? Cek Lokasi Aksi Mahasiswa di Jakarta
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek Jadwal Libur Setelah HUT RI ke-81
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu