Suara.com - Jepang memulai program vaksinasi virus Corona massal pada hari ini, Rabu (17/2/2021). Dosis penyuntikan pertama diberikan kepada para pekerja rumah sakit di kota Tokyo.
Dilansir ANTARA, Jepang memberikan vaksin Pfizer kepada pekerja rumah sakit sebagai upaya mengurangi keraguan atas penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini.
TV lokal menampilkan gambar pekerja-pekerja rumah sakit yang sedang disuntik vaksin COVID-19.
Pekerja rumah sakit termasuk di antara 40.000 petugas profesional medis yang ditargetkan untuk menerima dosis pertama vaksin.
Menyuntikkan vaksin pada 126 juta populasi Jepang dengan cepat adalah prioritas utama pemerintah Suga.
Sementara itu, Olimpiade Tokyo 2020 dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juli.
Namun, peluncuran program vaksinasi secara lengkap --yang pertama dilakukan pada sekitar 3,7 juta personel medis dan 36 juta orang berusia 65 atau lebih-- diperkirakan akan memakan waktu satu tahun.
Ada juga kekhawatiran bahwa jutaan dosis vaksin Pfizer dapat terbuang percuma karena kekurangan jarum suntik yang dibutuhkan untuk memaksimalkan jumlah suntikan dari setiap botol kecil vaksin.
Jepang telah menandatangani kontrak untuk pengadaan total 314 juta dosis vaksin dari Pfizer, AstraZeneca Plc, dan Moderna Inc --cukup untuk 157 juta orang.
Baca Juga: Belum Dapat Kupon Peserta Vaksinasi, Sejumlah Pedagang Tanah Abang Bingung
Jepang sejauh ini mencatat sekitar 415.000 kasus COVID-19, termasuk 7.013 kematian.
Meskipun kasus harian telah menurun dalam beberapa pekan terakhir setelah memuncak pada awal Januari, Tokyo dan sembilan prefektur lainnya tetap berada di bawah keadaan darurat untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal
-
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi
-
Presiden Prabowo Teken Kerja Sama Ekonomi Rp 370 T dengan Jepang
-
MoU Indonesia-Jepang: 10 Proyek Kerja Sama Investasi dengan Nilai Rp 392,7 Triliun
-
Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik