Suara.com - Sejumlah anak korban banjir di RW 9 Kelurahan Kebon Pala, memilih untuk membolos sekolah. Mereka mengaku tidak bisa sekolah secara daring karena air yang menggenang rumahnya sejak sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat dini hari (19/2/2021).
“Bagaimana mau sekolah online rumah saya tergenang banjir,” kata Ali siswa kelas 1 SMP kepada Suara.com saat ditemui di lokasi banjir RT 6 RW 9.
Hal yang sama juga diungkapkan siswa kelas 1 SMP berinisial A.
“Banjir dari pagi, saya juga bantuin angkat-angkat barang. Jadi izin ke sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Suara.com, sejumlah anak di lokasi banjir ini memilih untuk bermain di genangan banjir. Nampak dari mereka ada yang berenang dan bahkan menggunakan ban dalam sebagai wahana bermain.
Mereka juga mengaku tidak takut sakit, meski pandemi Covid-19 masih terjadi.
“Enggak takut,” kata anak lainnya berinisial Ar.
Untuk diketahui, hujan deras yang melanda Ibu Kota sejak Jumat dini hari (19/2/2021) membuat RW 9 Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur terendam banjir.
Berdasarkan pantauan Suara.com, pada pukul 10.00 WIB di RW 9 terdapat sejumlah titik banjir di antaranya RT 3, 5, 6, 12 dan 15.
Baca Juga: 5 RT Kebanjiran, Warga Kebon Pala Ngaku Belum Dapat Bantuan dari Kelurahan
Di RT 3 dan 5 ketinggian air mencapai sekitar 40 cm. Berdasarkan penuturan warga, Dewi, air mulai menggenang sekitar pukul 03.00 WIB Jumat dini hari.
“Sebelumnya Kamis malam (18/2) air sudah menggenang tapi enggak tinggi, sekitar jam 11.00 uda mulai surut. Tapi sekitar jam 12-an hujan turun lagi, jam tiga uda mulai menggenang sampai sekarang,” kata Dewi.
Berita Terkait
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
-
Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung
-
Hujan Guyur Jakarta Seharian, 39 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!