Suara.com - Tujuh petugas tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan presiden Niger tewas, Minggu (21/2), ketika kendaraan mereka menggilas sebuah ranjau darat, kata seorang pejabat setempat.
Tragedi tersebut membuat kelabu hari pemungutan suara, yang digelar untuk mewujudkan transisi kekuasaan secara demokratis yang pertama di negara itu.
Negara Afrika Barat itu secara berkala mengalami serangan dari para penganut garis keras keagamaan dan telah meningkatkan keamanan untuk melindungi proses pemungutan suara.
Dalam pilpres, kandidat partai yang berkuasa Mohamed Bazoum menghadapi mantan presiden Mahamane Ousmane.
Sebuah kendaraan milik komisi pemilihan (CENI) yang membawa petugas pemilihan ke TPS tempat mereka bertugas terkena ranjau di daerah perdesaan Dargol di barat daya, kata Harouna Mounkaila, wakil ketua CENI cabang daerah.
"Mereka berangkat untuk mengantarkan kotak-kotak suara dan para anggota TPS," kata Moukaila kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa tiga petugas lainnya luka parah.
Dargol berada sekitar 80 kilometer dari perbatasan dengan Mali, negara yang telah menjadi sarang aktivitas gerakan garis keras.
Pada Januari, sedikitnya 100 warga sipil tewas dalam serangan terburuk di dua desa dekat perbatasan itu.
Niger menghadapi krisis ganda keamanan, yang menjadi isu dominan selama kampanye pilpres.
Baca Juga: Viral Penampakan Tebaran Ranjau Paku Bikin Miris, Ban Tubeless Tak Berkutik
Salah satu krisis adalah situasi dekat perbatasan antara Mali dan Burkina Faso. Di perbatasan wilayah barat itu, banyak milisi jaringan Al Qaida dan ISIS beroperasi.
Satu lainnya melanda di wilayah bagian selatan di perbatasan dengan Nigeria, negara tempat kelompok militan Boko Haram melancarkan pergerakannya. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Viral Penampakan Tebaran Ranjau Paku Bikin Miris, Ban Tubeless Tak Berkutik
-
Ranjau Meledak saat Pelatihan di Sebuah Masjid, 30 Militan Taliban Tewas
-
Sering Ditiduri Kucing, Majikan Pasang Ranjau di Tudung Saji Bikin Ngakak
-
Istri Wafat Karena Kecelakaan, Pria ini Lakukan Aksi Mulia di Jalanan
-
Konflik di Perbatasan Niger Pecah, Memakan Korban Jiwa 70 Warga Sipil
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!