Suara.com - Setidaknya 30 militan tewas ketika ranjau darat yang sedang dipersiapkan dalam sebuah latihan meledak di sebuah masjid di provinsi Balkh utara Afghanistan.
Menyadur Anadolu Agency, Senin (15/2/2021) para korban terdiri dari 24 gerilyawan Taliban dan enam gerilyawan asing, menurut Korps 209 Shaheen Tentara Nasional Afghanistan dalam sebuah pernyataan.
Ledakan itu terjadi ketika gerilyawan membuat ranjau darat saat pelatihan di sebuah masjid di desa Qiltaan di distrik Dawlatabad. Daerah tersebut merupakan berbatasan dengan Uzbekistan.
Namun, Taliban membantah klaim tersebut, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ranjau darat meledak di dalam sebuah ruangan kosong dan tidak ada korban jiwa.
Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban justru menuduh pasukan Afghanistan melakukan serangan udara dan darat di sebuah masjid di distrik tetangga Sholgara. Ia menambahkan bahwa imam masjid tewas dalam serangan itu.
Mohammad Haneef, juru bicara militer Afghanistan mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa operasi dilakukan di Sholgara pada Jumat malam di mana lima Taliban tewas dan enam lainnya ditangkap.
Ketegangan meningkat di Afghanistan selama beberapa hari terakhir, sejumlah ledakan bom di ibu kota Kabul minggu ini terjadi dan menewaskan seorang perwira polisi senior dan sejumlah warga sipil.
Dalam sebuah postingan media sosial, Wakil Presiden Amrullah Saleh menyalahkan Taliban atas serangkaian bom tersebut dan berjanji untuk membalas dendam.
Ini terjadi ketika Jenderal Kenneth McKenzie, kepala Komando Pusat AS, mengatakan minggu ini bahwa tingkat kekerasan di Afghanistan masih tinggi dan AS sedang meninjau kesepakatan damai yang ditandatangani dengan Taliban tahun lalu.
Baca Juga: Salah Satu Pimpinan Kunci Kelompok Teroris Pakistan Terbunuh di Afghanistan
Sejalan dengan kesepakatan Februari 2020, yang menyerukan penarikan semua pasukan asing pada Mei tahun ini, AS telah mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan menjadi sekitar 2.500 personel.
Namun, pakta tersebut tampaknya berada di bawah ancaman karena Taliban, yang telah berjanji untuk mengurangi serangan, dituduh oleh Washington dan Kabul atas meningkatnya kekerasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026