Suara.com - Ribuan penduduk di Chengdu, China harus mengalami pemadaman listrik setelah seorang pria melakukan push-up di tiang listrik.
Menyadur Harian Metro, Kamis (25/2/2021) insiden "kegelapan" tersebut terjadi pada Minggu (21/2) ketika seorang pria melakukan aksi push-up di tiang listrik.
Mendapat adanya laporan aksi berbahaya itu, pihak berwenang memutus aliran listrik karena tindakan tersebut membahayakan pelaku dan warga sekitar.
Gulf News melaporkan bahwa pria tersebut melakukan push-up di sebuah tiang listrik dengan ketinggian 10 meter dan dia kemudian ditangkap karena tindakan tersebut.
Insiden itu diunggah di platform media sosial China Weibo yang menunjukkan pria itu melakukan push-up di tiang listrik.
People's Daily melaporkan "Pihak terkait telah mematikan sumber listrik yang menyebabkan pemadaman listrik yang memengaruhi ribuan rumah,"
Sementara itu, outlet media lokal lainnya, The Paper melaporkan unit gawat darurat termasuk tim medis juga dikerahkan ke lokasi kejadian.
Tidak diketahui mengapa pria tersebut melakukan latihan tersebut namun media setempat melarang aksi tersebut ditiru oleh warga sekitar dan dianggap berbahaya.
Insiden itu kemudian langsung viral di media sosial di China. Banyak warganet yang berkomentar dan mengungkapkan amarahnya.
Baca Juga: Korban Ledakan Pembuatan Terowongan Kereta Cepat akan Temui Ridwan Kamil
Seorang netizen sangat marah hingga rumahnya terputus dari aliran listrik akibat kejadian tersebut. "Setelah membaca berita dan mencari tahu alasannya, saya semakin marah," ujarnya.
Pengguna Weibo lainnya juga tidak menganggap kejadian itu lucu. "Pemadaman listrik menyebabkan kerugian yang sangat besar dan bisa mengakibatkan kecelakaan serius," ujarnya.
Namun, belum ada informasi dari pihak berwajib tentang kejadian tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
Terkini
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?