Suara.com - Buntut saling tantang di media sosial berujung pembunuhan. Seorang pria berinisial RT (25) tega membacok FS (22) hingga tewas di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berdasarkan pantauan Suara.com, kejadian tersebut persisnya terjadi di Gang Beringin 12, RT.001/RW.010, Malaka Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat TKP didatangi tak lagi nampak bekas keributan.
Salah satu warga bernama Marno menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu (29/2) sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu hujan gerimis mengguyur wilayah tersebut sehingga situasi tempat kejadian terbilang sepi.
"Kejadian malam Senin kemarin. Ba'da isya memang warga sekitar sini situasinya sepi sih nggak ada yang tahu persis pas keributan awalnya," kata Marno saat ditemui Suara.com tak jauh dari lokasi, Selasa (2/3/2021).
Sementara itu, Ketua RT setempat Lukman Effendi, mengatakan sebelum kejadian memang sempat terjadi aksi saling kejar antara pelaku dan korban.
"Nah waktu keributan hanya kejar-kejaran saja," tuturnya.
Lukman tak menyangka bahwa aksi kejar-kejaran tersebut berujung kepada aksi pembacokan hingga menghilangkan nyawa orang. Menurutnya, usai korban jatuh, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya.
"Warga datang ke saya bahwa satu orang kena bacok katanya. Saya datang ke lokasi pelaku sudah tidak ada. Korban juga langsung dibawa ke rumah sakit," tuturnya.
Akhirnya seksi keamanan setempat melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian Duren Sawit. Polisi kemudian datang dan melakukan olah TKP.
Baca Juga: Dukun Sumarno Dibacok di Depan Istri, Kepala dan Leher Luka Parah
Gara-gara Medsos
Kapolsek Duren Sawit Kompol Rensa Sastika Aktadivia menyebut, FS mulanya memiliki masalah dengan kakaknya RT. FS kemudian mengajak kakaknya RT untuk bertemu.
Namun, kakaknya RT tak menyanggupi. Sampai pada akhirnya, FS justru terlibat keributan di media sosial dengan RT hingga saling tantang bertemu.
"Gara-gara ribut di media sosial, akhirnya janjian untuk ketemu," kata Rensa kepada wartawan, Senin (1/3/2021).
Selanjutnya, FS bertemu dengan RT di Taman Beringin 12, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu (28/2) malam sesuai kesepakatan. Namun, FS ketika itu turut mengajak temannya berinisial AD (22).
"(FS) dibacok RT dengan celurit kena di paha kiri. Kebetulan kena di pembuluh besarnya sehingga korban kehabisan darah dan meninggal dunia," kata Rensa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!