Suara.com - Pesawat South Supreme Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas. Menyadur International Flight Network Rabu (03/03), laporan menyebut semua penumpang tewas.
Pesawat carteran ini lepas landas dari desa kecil Pieri di Sudan Selatan dan membawa 10 orang, termasuk dua awak kabin dan 8 penumpang. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 17:00 waktu Afrika Timur pada hari Selasa.
Direktur Bandara Internasional Juba, lokasi tujuan pesawat itu mengonfirmasi kecelakaan tersebut ke media lokal, begitu pula pemilik maskapai.
Pesawat yang jatuh dalam kecelakaan itu adalah turboprop Let-410 dengan nomor registrasi palsu milik helikopter Kolombia. Jumlah penumpang diperkirakan antara 10 hingga 24 orang dan semuanya dinyatakan tewas.
South Supreme Airlines adalah salah satu penyedia utama koneksi udara di Sudan Selatan dan mengoperasikan berbagai jenis pesawat, termasuk pesawat Antonov An-26 dan Let-410.
Meskipun menyediakan dua pesawat Antonov sebagai armada, namun itu dioperasikan secara terbatas.
Menyadur Simple Flying, South Supreme Airlines menghentikan operasinya pada tahun 2017, tapi kemudian diluncurkan kembali dengan nama South Sudan Supreme Airlines.
Sifat landasan pacu di Pieri yang terpencil dan kurangnya jangkauan seluler di sana berarti membuat detail kecelakaan sangat jarang.
Denay Jock Chagor, Gubernur Negara Bagian Jonglei mengirimkan surat yang menyatakan 'sangat terkejut' atas laporan insiden tersebut. Dia menyatakan bahwa pesawat itu terdaftar HK-4274 dan 10 orang telah kehilangan nyawa.
Baca Juga: Wakil Presiden Sudan Selatan dan Istrinya Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito