Suara.com - Tolong...tolong, begitu kata-kata yang sempat didengar wanita bernama Mawarti ketika menyelamatkan diri dari amukan si jago merah di Jalan Pisanangan Baru III , RT 6 RW 10 Mataraman, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2021) pagi. Setidaknya ada 10 warga yang tewas mengenaskan akibat kebakaran hebat itu.
Mawarti tak bisa melihat jelas orang ketika dirinya mendengar teriakan minta tolong dari bangunan kontrakan lain. Saat itu, dia juga mengaku tidak mengetahui persis asal suara itu.
"Saat itu saya sempat dengar ada yang minta tolong, itu kalau tidak salah dari sebelah saya. Pas saya keluar pintunya kan ketutup, saya udah nggak sempat mikir ujung-ujung ke sana, saya langsung lari keluar," katanya saat bercerita kepada Suara.com di lokasi, Kamis siang.
Lantaran sudah panik karena rumahnya sudah dikepung api dan asap pekat, Mawarti memilih menyelamatkan anaknya dan mengambil surat-surat berharga. Mawarti mengaku dirinya bisa selamat berkat teriakan sang anak. Ketika api membesar, Mawarti sedang tidur terlelap.
"Saya bangun loncat lihat api, saya ambil surat-surat saja, langsung keluar. Saya cuma bisa menyelamatkan baju di badan dan surat-surat penting. Sendal juga enggak pakai," tuturnya.
Kemudian saat Marwati membuka pintu kondisi di sekeliling kontrakannya sudah berwarna merah karena keganasan si jago merah, dan dipenuhi kepulan asap pekat.
"Pas saya keluar apinya sudah gede, di samping saya kontrakan lainnya apinya sudah gede, sudah merah dan penuh asap," jelasnya.
Selamat karena Teriakan Anak
Mawarti mengaku bisa lolos dari kepungan si jago merah karena dibangunkan anaknya. Wanita itu hanya tinggal berdua dengan anaknya Evan yang masih duduk di bangku SMP. Dari empat pintu kontrakan yang terbakar, ada Marwati tinggal di pintu nomor 4 dari ujung.
Baca Juga: 10 Orang Tewas Terbakar, Mawarti Lolos dari Maut Berkat Teriakan Mama
"Saya dibangunkan anak saya, dia kan tidur di depan, saya di belakang," ungkapnya.
Menurutnya. api mulai membesar sekitar pukul 04.00 WIB, saat itu anaknya, Evan yang tidur di ruang depan kontrakannya terbangun.
"Anak saya bangun, karena dia merasa panas" tuturnya.
Lalu saat Evan, bangun langsung menuju ke kamar tidur membangunkan Marwati.
"Anak saya teriak, mama-mama kebakaran, kebakaran, teriak dia gitu," kata Marwati.
10 Warga Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional